Evaluasi Strategi Diversifikasi Grup Pria Tampan
YUNI ARTA BRILLIANI, Amin Wibowo, M.B.A., Ph.D
2019 | Tesis | Magister ManajemenGrup Pria Tampan bermula saat Bapak Mohammad Nurudin Ardani mendirikan sebuah perusahaan batik pada tahun 1977. Hingga saat ini Bapak Nurudin telah melakukan strategi diversifikasi dengan membangun enam unit bisnis yaitu CV Batik Pria Tampan pada industri batik, PT Citra Pesona pada industri properti, CV Dilla Furnitur pada industri furnitur, Graha Setyowati pada industri gedung serbaguna, Waroeng Jinung pada industri restoran, dan Adilla Pondok Syariah pada industri perhotelan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi portofolio unit-unit bisnis Grup Pria Tampan pada Matriks Sembilan Sel/ GE Matrix sehingga alokasi sumber daya menjadi lebih tepat. Hal tersebut dikarenakan sebuah korporasi memiliki fungsi sebagai sebuah pasar modal internal bagi unit-unit bisnisnya. Desain penelitian ini adalah penelitian studi kasus yang bersifat deskriptif kualitatif. Data primer penelitian ini didapatkan dari hasil wawancara dan kuesioner dengan para pemimpin manajemen Grup Pria Tampan, serta Laporan Keuangan Tahun 2018 setiap unit bisnis Grup Pria Tampan. Sedangkan data sekunder digunakan sebagai pembanding dan pelengkap bagi penelitian. Proses evaluasi strategi diversifikasi dilakukan dengan menggunakan tahapan-tahapan membangun GE Matrix dari Hax dan Majluf (1983). Penelitian dan analisis menggunakan GE Matrix menghasilkan urutan prioritas investasi dan alokasi sumber daya yang pertama adalah CV Batik Pria Tampan dan Graha Setyowati. Prioritas kedua adalah PT Citra Pesona dan Adilla Pondok Syariah. Prioritas ketiga adalah CV Dilla Furnitur dan Waroeng Jinung.
Pria Tampan Group began when Bapak Mohammad Nurudin Ardani establish a batik company in 1977. So far Bapak Nurudin has executing a diversification strategy by building six strategic business units (SBU), CV Batik Pria Tampan in the batik industry, PT Citra Pesona in the property industry, CV Dilla Furniture in the furniture industry, Graha Setyowati in the building rental industry, Waroeng Jinung in the restaurant industry, and Adilla Pondok Syariah in the hospitality industry. This study aims to analyze the businesses portfolio position of Pria Tampan Group on the Nine Cell Matrix / GE Matrix so that the allocation of resources becomes more precise. The reason is because a corporation has a key function as an internal capital market for their SBU. The study used a qualitative descriptive design. The study primary data were obtained from interviews and questionnaires with management leaders of the Pria Tampan Group. Moreover the study also used SBU Financial Statements of 2018. The study secondary data used as a comparison and complement for research. The evaluation of diversification strategy process is using the stages of making GE Matrix by Hax and Majluf (1983). The result of GE Matrix analysis is an order of investment priorities. The first priority are CV Batik Pria Tampan and Graha Setyowati. The second priority are PT Citra Pesona and Adilla Pondok Syariah. The third priority are CV Dilla Furniture and Waroeng Jinung.
Kata Kunci : Strategi Diversifikasi, Matriks Sembilan Sel (GE Matrix), Prioritas Investasi