Laporkan Masalah

Pola Komunikasi Stakeholders dalam Penanganan Pengungsi Luar Negeri di Pekanbaru

DINDA FENTI GIGIH C, Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D ; Ratih Ineke Wati, SP., M.Agr., Ph.D

2019 | Tesis | MAGISTER PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Latar belakang dari penelitian ini adalah keberadaan pengungsi luar negeri di Indonesia yang terus meningkat dari tahun ke tahun dan membutuhkan adanya pola penanganan yang tepat agar keberadaan mereka tidak menimbulkan konflik yang mungkin muncul di negara tempat ia berada. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola komunikasi yang dilakukan oleh stakeholders dalam penanganan pengungsi luar negeri yang ada di Kota Pekanbaru. Stakeholders terlibat terdiri dari institusi pemerintah yaitu Ditjen Imigrasi, Badan Kesbangpol dan Dinas Sosial, serta Lembaga internasional yang memiliki kewenangan dalam hal penanganan pengungsi, UNHCR dan IOM. Selain itu, PKBI selaku LSM lokal sebagai pihak yang turut dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan terhadap pengungsi luar negeri yang ada di Pekanbaru. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan teknik in-depth interview. Dari hasil penelitian menunjukkan pola komunikasi yang dilakukan adalah bentuk Y dengan sedikit penyesuaian yang merupakan gabungan dari pola komunikasi semua saluran dan pola rantai. Pola semua saluran terjadi diantara IOM, UNHCR dan Direktorat Jenderal Imigrasi selaku stakeholders kunci dalam penanganan pengungsi di Pekanbaru. Pola rantai terjadi antara IOM dengan PKBI selaku LSM lokal yang bekerja sama melaksanakan program pemberdayaan.

The existence of refugees in Indonesia which continue to increase from time to time requires an appropriate handling pattern so their existence caused conflict with local people in the country where they are located and waited their resettlement. The purpose of this study is to determine the pattern of communication carried out by stakeholders that include government, such as Directorate General of Immigration, Social Service, The National and Political Unity Agency. Internasional institutions such UNHCR and IOM as UN agency that have a mandate to protect and handle refugees around the world communicate to each other in order to protect and fulfill human rights of refugees. PKBI as a local NGO also participated in this pattern as an implementor of empowerment activities for refugees in Pekanbaru. The study was conducted using qualitative methods with in-depth interview techniques. From the results of the study showed that the communication pattern carried out was the Y pattern of communication with a slight adjustment. Y-form communication patterns are a combination of all-channel communication patterns and chain patterns. The pattern of all channels occurs between IOM, UNHCR and the Directorate General of Immigration as key stakeholders in handling refugees in Pekanbaru. Meanwhile, the chain pattern is a form of communication that occurs between IOM and PKBI as a local NGO working together to implement an empowerment program.

Kata Kunci : Pola komunikasi, stakeholders, pengungsi luar negeri, pemerintah, UNHCR dan IOM.

  1. S2-2019-420205-abstract.pdf  
  2. S2-2019-420205-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-420205-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-420205-title.pdf