Laporkan Masalah

SKOR PREDIKSI KEMATIAN NEONATUS DENGAN PENYAKIT JANTUNG BAWAAN KRITIS

IRMA SRI HIDAYATI, dr. Indah Kartika Murni M.Kes Ph.D Sp.A(K).; dr. Setya Wandita, MKes, SpA(K)

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KEDOKTERAN KLINIS

Latar belakang: Penyakit jantung bawaan (PJB) kritis membutuhkan intervensi dalam usia 1 bulan kehidupan dan terjadi pada 25% pasien dengan PJB. Keterlambatan dalam diagnosis dan terapi berdampak pada meningkatnya morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Sampai saat ini belum ada sistem skoring yang dapat memberikan prediksi luaran kematian neonatus dengan PJB kritis yang dirawat di neonatal intensive care unit (NICU). Tujuan: Untuk menyusun skor prediksi kematian neonatus dengan PJB kritis. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kohort retrospektif pada neonatus yang dirawat di NICU RSUP Sardjito dari Januari 2012 sampai dengan Januari 2019. Diagnosis PJB kritis ditegakkan dengan pemeriksaan ekokardiografi. Metode Spiegelhalter Knil-jones digunakan untuk menyusun skor prediksi kematian PJB kritis. Akurasi dari skor prediksi ini dinilai dengan menggunakan kurva ROC. Hasil: Dari total 104 pasien dengan PJB kritis, 37 pasien meninggal (35,6%). Dengan menggunakan metode Spiegelhalter Knil-jones, prediktor yang siginifikan dalam prediksi kematian PJB kritis adalah jenis PJB kritis, adanya sindrom, dan pemberian terapi oksigen invasif. Kurva ROC dari skor prediksi kematian ini ini menunjukkan area under the curve (AUC) 0,89 (IK 95% 0,83-0,96). Dengan nilai potong -7,5 skor prediksi ini mempunya mempunyai sensitivitas 81%, spesifisitas 82%, nilai ramal positif 71%, nilai ramal negatif 89%, rasio kemungkinan positif 4,5, dan akurasi 83%. Kesimpulan: Skor prediksi kematian neonatus dengan PJB kritis dapat disusun dengan menggunakan prediktor jenis PJB kritis, adanya sindrom dan pemberian terapi oksigen invasif. Skor total >= -7,5 dapat memprediksi kematian pada neonatus dengan PJB kritis.

Background: Critical congenital heart disease (CCHD) is congenital heart disease (CHD) that requires intervention during the first month of life, occurring approximately in 25% of those with CHD. Delayed diagnosis and treatment can result in significantly increased morbidity and mortality. However, up until now no scoring system has been proposed to predict mortality among newborns with CCHD admitted to neonatal intensive care units (NICU). Objective: To develop an accurate mortality prediction score for neonates with CCHD. Methods: A retrospective cohort study was conducted among neonates with CCHD admitted to NICU Dr. Sardjito Hospital during 2012-2019. Diagnosis was confirmed through echocardiography. Spiegelhalter Knill-Jones approach was used to develop the mortality prediction score. Accuracy of prediction score was performed using a ROC curve. Results: From a total of 104 neonates with CCHD, 37 died (35.6%). Using the Spiegelhalter Knill-Jones approach, predictors of mortality were type of CCHD, presence of syndrome, and invasive oxygen therapy. ROC curve from prediction scores yielded an area under the curve (AUC) 0.89 (95% CI: 0.83-0.96). Using the cut off value -7.5, this mortality prediction score had sensitivity of 81%, specificity 83%, positive predictive value 71%, negative predictive value 89%, likelihood ratio 4.5, and accuracy 83%. Conclusion: An accurate mortality prediction score with predictors including type of CCHD, presence of syndrome, invasive oxygen therapy was established. A total score >= -7.5 can predict mortality in neonates with CHD.

Kata Kunci : PJB kritis, prediksi, kematian, survival neonatus, critical congenital heart disease, prediction, mortality, neonatal survival

  1. S2-2019-421424-abstract.pdf  
  2. S2-2019-421424-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-421424-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-421424-title.pdf