Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Studi Pada Pemerintah Kota Bontang
NIRMAYA DEASARI, Rusdi Akbar, M.Sc., Ph.D., CMA., Ak. CA
2019 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSITujuan�¢ï¿½ï¿½Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis implementasi sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dengan melihat kesesuaian sasaran strategis dan indikator kinerja dari perencanaan strategis hingga pelaporan dengan menggunakan alat analisis cetakbiru kinerja (performance blueprint) dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam implementasi SAKIP di Pemerintah Kota Bontang. Desain/Metodologi/Pendekatan�¢ï¿½ï¿½Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan wawancara terhadap pihak-pihak yang terkait dalam implementasi SAKIP. Setelah itu, melakukan analisis dokumen terkait SAKIP dengan alur logika, menguji indikator kinerja dengan menggunakan analisis four quadran dan prinsip SMART, menguji kegiatan OPD dengan prinsip FIT, serta melakukan analisis terhadap hasil wawancara. Temuan�¢ï¿½ï¿½Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Bontang belum belum sepenuhnya menunjukkan kesesuaian informasi yaitu sasaran strategis dan indikator kinerja pada dokumen perencanaan dan dokumen pelaporan. Hasil analisis empat kuadran memberikan gambaran bahwa 15 dari 22 indikator kinerja Pemerintah Kota Bontang telah berorientasi pada manfaat yang diterima masyarakat. Untuk analisis indikator kinerja terhadap indikator kinerja dengan menggunakan prinsip SMART menunjukkan bahwa 5 indikator dari 6 indikator telah memenuhi kriteria indikator yang baik. Kemudian untuk hasil analisis kegiatan dengan prinsip FIT menunjukkan bahwa kegiatan di OPD yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan belum direncanakan sesuai dengan prinsip FIT pada sisi intensity. Hasil analisis wawancara menemukan faktor-faktor yang berperan dalam implementasi SAKIP yaitu: kesesuaian informasi, ketersediaan data, koordinasi, komitmen pimpinan, regulasi, peran indikator kinerja, kualitas SDM dan monitoring dan evaluasi. Batasan/Implikasi�¢ï¿½ï¿½Penelitian ini memiliki implikasi untuk Pemerintah Kota Bontang untuk menerapkan rerangka performance blueprint dalam implementasi SAKIP. Keterbatasan penelitian ini ialah hanya menilai kesesuaian antar dokumen perencanaan sampai pelaporan kinerja tetapi tidak sampai pada pengukuran dan evaluasi atas capaian kinerja, dan penelitian ini hanya dilakukan pada dua OPD di pemerintah Kota Bontang yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan sehingga kurang mewakili OPD yang ada di Pemerintah Kota Bontang secara keseluruhan. . Originalitas/Nilai�¢ï¿½ï¿½Penelitian memberikan sumbangsih pengetahuan mengenai pengaruh isomorfisme institusional, terutama isomorfisme koersif dan isomorfisme normatif pada pemerintah daerah. Selain itu, penelitian ini menggunakan rerangka performance blueprint yang lengkap dengan enam alat analisis.
Abstract Objective - This research aims to analyze government institution�¢ï¿½ï¿½s performance accountability system (SAKIP) implementation by looking at the strategic objectives�¢ï¿½ï¿½ compliance with performance indicators starting from strategic planning up to reporting, by using a performance blueprint analysis tool and by identifying the factors that contribute in SAKIP implementation at Bontang Municipality Government. Design/Methodology/Approach - This research used a qualitative case study approach. The data collection was conducted by means of documentation and interviews with the parties involved in the implementation of SAKIP. Later, analyzed SAKIP documents using logic flow; assessed performance indicators using four quadrant and SMART principles analyses; assessed OPD�¢ï¿½ï¿½s activities using FIT principles; and performed an analysis on interview results. Findings - The research results showed that Bontang Municipality Government has not fully shown information compliance, namely strategic objective and performance indicators, in the planning document and the reporting document. Results of the four quadrant analysis showed that 15 out of 22 performance indicators at Bontang Municipality Government are oriented to community accepted benefits. In terms of performance indicator analysis using SMART principles, it was shown that 5 out of 6 indicators have fulfilled the criteria of good performance. And the results of activity analysis using FIT principles showed that some activities in the OPD, namely Health Service Office and Educational Service Office, haven�¢ï¿½ï¿½t been planned based on FIT principles in terms of intensity. Results of interview analysis showed the factors which contribute to SAKIP implementation, they are: information suitability, data availability, coordination, leadership commitment, regulation, performance indicators roles, human resource quality, and monitoring and evaluation. Limitation/Implication - This research has implications for Bontang Municipality Government to apply performance blueprint frameworks in SAKIP implementation. This research�¢ï¿½ï¿½s limitation is that it only assessed suitability between planning documents and performance reporting documents, it didn�¢ï¿½ï¿½t include measurement and evaluation of performance achievements, and that this research was only conducted on two OPDs in Bontang Municipality Government, namely Health Service Office and Educational Service Office, therefore, it may not fully represent all OPDs in Bontang Municipality Government as a whole. Originality/Value - This research contributes to the knowledge about institutional isomorphism, especially coercive isomorphism and normative isomorphism in local governments. Furthermore, this research uses a complete performance blueprint framework with six analysis tools.
Kata Kunci : performance blueprint, alur logika, kuadran friedman, SMART, FIT, isomorfisme koersif, isomorfisme normatif.