Laporkan Masalah

PENGARUH PENGGUNAAN PANKREAS SAPI PADA PROSES BATING DAN MINING TELUR ITIK PADA PROSES PEMINYAKAN TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA KULIT KELINCI SAMAK KHROM

WAHYUNINGRUM, YUNI TRI, Prof. Dr. Ir. Soemitro Djojowidodo

2001 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pankreas sapi pada proses bating dan kuning telur itik pada peminyakan terhadap sifat fisik dan kimia kulit kelinci samak khrom yang dibandingkan dengan kulit kontrol. Penelitian ini menggunakan 21 lembar kulit kelinci lokal yang diawet dengan garam kering, yang selanjutnya dilakukan pencucian , penimbangan,perendaman, pengapuran, buang daging, pengapuran ulang,dan buang kapur. Bating dilakukan pada 18 kulit yang dibagi secara acak menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok dibating dengan pankreas sapi konsentrasi 1% dan 2,5%. Kulit kontrol sebanyak tiga lembar dibating dengan oropon 2%. Kemudian dilakukan pengasaman, penyamakan khrom, aging dan penetralan. Peminyakan dilakukan pada 18 kulit yang dibagi secara acak menjadi tiga kelompok, masing-masing enam lembar ( tiga lembar dari kelompok bating 1% dan tiga lembar dari kelompok bating 2,5%) dan diminyaki dengan kuning telur itik konsentrasi 5%, 7,5% dan 10%. Kulit kontrol diminyaki dengan paradol HISN 4%. Kemudian dilakukan fiksasi dan pengeringan. Hasil menunjukkan perbedaan yang tidak nyata pada kekuatan tarik, kemuluran, kadar protein dan abu. Perbedaan yang nyata pada kadar lemak. Perbedaan yang sangat nyata pada kadar khrom dan air. Kesimpulan yang didapat yaitu kulit yang dihasilkan mempunyai kekuatan tarik, kemuluran, kadar protein dan kadar abu hampir sama dengan kulit kontrol. Pankreas sapi dan kuning telur itik dapat menggantikan oropon dan paradol HISN. (Kata Kunci: Kulit kelinci, Pankreas sapi, Kuning telur itik).

The purpose of this research, is to investigated the effect of cow pancreatic juice in bating processing and duck egg yolk in fatliquoring on phisical and chemical properties of rabbit crom-tanned leather that compared with control leather. Twenty one sheets local rabbit skins salt-preserved leather that will processed cleaning, weighning, soaking, liming, fleshing, reliming and deliming. Bating was done to 18 skins that random separated in two groups. Each group to be bating by 1% and 2,5% concentration of cow pancreatic juice. Three skins for control to be bating with 2% oropon bating agent. Pickling, chrom tanning, aging and neutralizing was done. Fatliquoring to be done at 18 skins that random separated to three groups, six sheets each group ( 3 sheets from 1% and 3 sheets from 2,5% bating) and be fatliquoring by 5%, 7,5% and 10% duck egg yolk concentration. Control skins be fatliquoring by 4% paradol HISN. The next process is fixation and drying. The result showed non significant at strength tester, prolonged percentage, protein and ash contens. Significant at fat contens. Highly significant at chrom and water contents. A conclution drawn from this study was that the leather have tensile strenght, prolonged percentage, protein, and ash contens almost no differ with control leather. Cow pancreatic juice and duck egg yolk could be able oropon and paradol HISN substitution in bating and fatliquoring processing. (Key words: Rabbit skin, cow pankreatic juice, duck egg yolk)

Kata Kunci : Kulit kelinci, Pankreas sapi, Kuning telur itik

  1. S1-FPT-2001-YUNITRIWAHYUNINGRUM-abstract.pdf  
  2. S1-FPT-2001-YUNITRIWAHYUNINGRUM-bibliography.pdf  
  3. S1-FPT-2001-YUNITRIWAHYUNINGRUM-tableofcontents.pdf  
  4. S1-FPT-2001-YUNITRIWAHYUNINGRUM-title.pdf