Analisis Resepsi Khalayak Milenial terhadap Objektivitas Pemberitaan Poligami Kurung Resepsi Milenial Yogyakarta terhadap Video VICE Indonesia Petik Dua Polemik Poligami di Indonesia: Berbagi Surga Petik Dua)
Namira Putri Yudhitasari , Drs. I Gusti Ngurah Putra, M.A.
2019 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASIObjektivitas dalam jurnalisme semakin dinamis dalam praktik, di sisi lain belum banyak penelitian yang mengkaji konten-konten faktual dari sudut pandang khalayak atau resepsi mereka. Hal ini salah satunya disebabkan karena penelitian dengan metode analisis resepsi umumnya lebih fokus pada konten fiksi populer ketimbang konten faktual. Poligami menjadi salah satu isu yang penting dalam lanskap informasi Indonesia saat ini karena masih menjadi perdebatan bagi banyak pihak, termasuk para milenial. Salah satu media yang mencoba Petik meramaikan Petik perdebatan soal poligami itu adalah VICE yang memproduksi sebuah liputan berjudul Petik Polemik Poligami di Indonesia: Berbagi Surga. Petik Tujuan penelitian ini adalah melihat bagaimana khalayak milenial Yogyakarta memaknai objektivitas pemberitaan soal isu poligami yang dihadirkan oleh VICE Indonesia. Menggunakan A Consolidated Multi-Dimensional Model Of Modes Of Audience Reception oleh Carolyn Michelle serta wawancara dan observasi untuk pengumpulan data, didapatkan pemaknaan yang unik dan personal dari 7 informan dengan latar belakang, gender, agama, usia, dan afiliasi sosial yang berbeda. Hasilnya, 2 informan berada pada posisi Hegemonic Reading, 3 informan pada posisi Contesting Reading, dan 3 informan lainnya pada posisi Counter-Hegemonic Reading.
Objectivity in journalism is increasingly dynamic in practice, on the other hand there have not been many studies that examine factual content from the point of view of the audiences or their receptions. This is partly because research with reception analysis methods generally focus more on popular fiction content rather than factual content. Polygamy is one of the important issues in Indonesia's current information landscape because it is considered as controversy for many parties, including millennials. One of the media trying to "enliven" the polygamy debate is VICE Indonesia who produced a report entitled "Heaven and Hell: Indonesia's Battle Over Polygamy." The purpose of this study is to see how the millennial audiences decode the issue of polygamy presented by VICE Indonesia. Using A Consolidated Multi-Dimensional Model Of Modes of Audience Reception by Carolyn Michelle, while using interviews and observations to gather the data, the result indicates some unique and personal meanings of 7 informants with different backgrounds, gender, religion, age, and social affiliation. Two informants are in Hegemonic reading position, 3 informants are in Contesting reading position, and 3 other informants are in Counter-Hegemonic reading position.
Kata Kunci : objektivitas, poligami, VICE, resepsi, milenial