Laporkan Masalah

Market and Financial Aspect of Feasibility Briquette Factory in Cikarang

ANITA JUITA, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D.

2019 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

Properti dari bahan organik yang paling tahan lama umumnya terbuat dari kelapa. Sebagai limbah dari bahan organik, tempurung kelapa merupakan sumber bahan baku yang sangat baik untuk briket arang kelapa. Permintaan arang tempurung kelapa dari Indonesia cukup tinggi terutama di pasar ekspor seperti Qatar, Jepang, dll. Kompetisi bisnis arang tempurung kelapa ditujukan untuk industri shisha. Shisa atau hookah adalah kegiatan menghirup aroma buah -buahan dan tembakau yang di bakar lalu uapnya di alirkan melalui pipa atau bejana dan di hirup oleh hidung melalui selang. Pembuatan arang kelapa umumnya dilakukan secara home industry dengan standar operasi prosedur yang sangat rendah. Peluang bisnis untuk produksi arang kelapa diambil oleh PT. Atlas Synergy Synthesis (SAS) karena peluang masih sangat terbuka. Pengamatan dan wawancara mendalam telah dilakukan untuk mengidentifikasi kelayakan pasar dan keuangan pabrik briket di Cikarang. Pengamatan dan wawancara dilakukan di tiga lokasi, Cikarang, Bekasi dan Jawa Tengah. Aspek kelayakan pasar dan keuangan untuk dua aspek dipertimbangkan.. Modal kerja awal adalah Rp.890.000.000 dan total biaya di awal yang diperlukan untuk memulai bisnis pabrik briket adalah Rp619.200.000 sehingga total dana yang harus dipersiapkan oleh investor adalah Rp1.509.200.000. Dana tersebut menggunakan tingkat bunga pinjaman 12% dengan bunga tetap per tahun. Dengan asumsi harga jual USD 1.250 per ton dan kapasitas produksi 3 ton per hari maka diperoleh pendapatan USD 3.750 per hari atau Rp 54.375.000 (nilai tukar 14.500). Berdasarkan perhitungan PBP menggunakan 3 unit mesin, hasil PBP adalah 3 (tiga) tahun. Dengan menggunakan tarif diskon 19%, NPV dapat menghasilkan NPV positif dari tahun pertama Rp2.266.342.500 hingga tahun kelima menjadi Rp5.331.857.911. Hasil perhitungan IRR dengan total investasi Rp1.509.200.000 adalah 43%, angka tersebut lebih tinggi daripada tingkat keuntungan yang diharapkan sebesar 19%. Semua proyeksi keuangan menunjukkan bahwa bisnis pembuatan arang tempurung kelapa layak untuk dikembangkan.

The most durable characteristic and resistant properties are coconuts. As waste from organic materials, coconut shells become excellent sources of raw materials for coconut charcoal briquette. The opportunity business of coconut charcoal production taken by PT. Sintesis Atlas Sinergi (SAS). Observations and in-depth interview have been conducted to identify the market and financial feasibility of a briquette factory. The observation and interview conducted in three places, Cikarang, Bekasi, and Central Java. The market and financial aspect of feasibility for two aspects method were considered. Demand for coconut shell charcoal quite high in the export market such as Qatar, Japan, etc. The competition of offering coconut shell charcoal is to shisha in this industry commonly minim operating procedure. The target capacity production is 3 tons per day. The beginning working capital is IDR 890,000,000 and the initial investment required to pay SAS business is IDR 619,200,000 so totally investor funding is IDR 1,509,200,000. The investor fund using 12% of commercial loan by flat interest per year would be paid monthly to the investor bank account. The projection revenue in total production assumed a selling price of USD 1250 per ton so that it can generate income of USD 3,750 per day or IDR 54,375,000 (exchange rate 14.500). Based on PBP calculations using 3 machine units, the PBP result is 3 (three) years. By using a 19% discount NPV can produce a positive NPV from year 1 IDR 2,266,342,500 until IDR 5,331,857,911 in year 5. Internal Rate of return (IRR) calculation using three machines by a total investment of IDR 1.509.200.000 obtained IRR 43% greater than the expected profit rate of 19%. All financial projection indicates that the business of making coconut shell charcoal is feasible to develop.

Kata Kunci : coconut charcoal, market and financial feasibility, briquette factory

  1. s2-2019-402339-abstract.pdf  
  2. s2-2019-402339-tableofcontents.pdf  
  3. s2-2019-402339-title.pdf