KEBERLANJUTAN LAHAN PERTANIAN PANGAN DI PINGGIRAN KOTA PEKALONGAN
IMADE YOGA PRASADA, Prof. Dr. Ir. Masyhuri
2019 | Tesis | MAGISTER EKONOMI PERTANIANMeningkatnya aktifitas ekonomi di wilayah perkotaan mendorong terjadi perluasan wilayah kota menuju wilayah pinggiran kota. Aktivitas ini memaksa lahan-lahan dengan nilai sewa yang rendah untuk teralihfungsikan menjadi fungsi lain yang memiliki nilai sewa yang tinggi. Lahan pertanian merupakan lahan satu jenis lahan yang memiliki nilai rewa yang relative rendah, sehingga lahan pertanian sangat rentan terhadap kegiatan alih fungsi lahan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk 1) Mengetahui tingkat persepsi petani terhadap keberlanjutan lahan pertanian pangan di pinggiran Kota Pekalongan, 2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat persepsi petani, 3) Mengetahui WTA petani agar bersedia mempertahankan lahan pertanian di pinggiran kota, 4) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan petani untuk menerima/menolak WTA, dan 5) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai WTA petani di pinggiranm kota. Penelitian dilakukan di pinggiran Kota Pekalongan. Responden penelitian berjumlah 90 orang petani pemilik dan penggarap. Persepsi petani diukur dengan menggunakan skala likert dengan lima dimensi keberlanjutan, kemudian dianalisis dengan uji proporsi. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat persepsi petani dianalisis dengan model binary probit, dan faktor- faktor yang mempengaruhi keputusan petani menerima/menolak WTA dan nilai WTA dianalisis dengn model two-stage Heckman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani di pinggiran Kota Pekalongan memiliki persepsi buruk terhadap keberlanjutan lahan pertanian dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat persepsi petani yaitu pengetahuan petani terkait kegiatan pertanian, pengetahuan petani tentang multifungsi lahan pertanian, dan luas penguasaan lahan petani. WTA petani di pinggiran Kota Pekalongan adalah sebesar Rp7.217.827,27 per tahun. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan petani untuk menerima atau menolak kompensasi adalah pendapatan usahatani, jarak lahan pertanian ke jalan utama dan persepsi petani terhadap keberlanjutan lahan pertanian di pinggiran kota. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah WTA petani agar tetep bersedia mempertahankan lahan pertanian di pinggiran Kota Pekalongan adalah pendapatan usahatani dan pengalaman bertani.
Increased in economic activity in urban areas has led to an expansion of urban areas towards suburban areas. This activity forces lands with low rental values to be converted into other functions that have high rental values. Agricultural land is one type of land that has a relatively low rental value, so agricultural land is very vulnerable to land conversion activities. Therefore, this study was conducted with the aims to determine 1) the level of farmers' perception of the sustainability of food agricultural land in the suburbs of Pekalongan City, 2) the factors that influence the level of perception of farmers, 3) the WTA of farmers to be willing to maintain agricultural land in the periphery city, 4) the factors that influence the willingness of farmers to accept / reject WTA, and 5) the factors that influence the WTA value of farmers in the suburbs of the city. The study was conducted in the suburbs of Pekalongan City. Research respondents numbered 90 farmers. Farmers' perceptions were measured using a Likert scale with five dimensions of sustainability, then analyzed using the proportion test. Factors that influence the level of farmers 'perceptions were analyzed with a binary probit model, and factors that influence farmers' decisions to accept / reject WTA and WTA values were analyzed by the Heckman two-stage model. The results showed that farmers in the suburbs of Pekalongan City had a bad perception of the sustainability of agricultural land and the factors that influenced the level of farmers' perceptions were farmers' knowledge related to agricultural activities, farmers' knowledge of multifunctional agricultural land, and the extent of farmer's land tenure. Farmers' WTA in the suburbs of Pekalongan City is IDR 7,217,827.27 per year. Factors affecting farmers 'willingness to accept or reject compensation are farm income, the distance of agricultural land to the main road and farmers' perceptions of the sustainability of agricultural land in the suburbs. Factors that influence the number of WTA farmers to stay willing to maintain agricultural land in the suburbs of Pekalongan City are farming income and farming experience.
Kata Kunci : keberlanjutan lahan pertanian, Kota Pekalongan, persepsi petani, pinggiran kota, willingness to accept