Laporkan Masalah

Relasi Antar Aktor dan Pola Jaringandalam Gerakan Antikorupsi (Social Network Analysis dalam Penolakan Keputusan �Koruptor Boleh Nyaleg� di Twitter)

CHAIRUN NISA ZEMPI, Dr. Rahayu, S.I.P., M.Si., M.A.

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KOMUNIKASI

Keputusan Mahkamah Agung (MA) terkait perizinan mantan narapidana kasus korupsi untuk menjadi bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dalam pemilu 2019 memunculkan gerakan sosial masyarakat di media sosial. Twitter dalam konteks politik dapat menjadi alat yang dalam pembentukan gerakan anti korupsi dalam membentuk jaringan aktivis anti korupsi pada twitter. Dengan fitur hashtagyang dimiliki oleh twitter, penggunanya dapat membentuk suatu jaringan online tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisispola jaringan dan relasi (antar) aktor pada gerakan anti korupsi di twitter terkait penolakan perizinan mantan koruptor untuk kembali menjadi calon anggota legislatif yang berlangsung melalui hashtag #KoruptorKokNyaleg berdasarkan konteks waktu yaitu sebelum keputusan MA dan setelah putusan MA. Penelitian ini menggunakan Network Society Theory yang berguna melihat pendekatan pada jaringan yang menekankan pentingnya hubungan dengan unit-unit yang terhubung.Penelitian ini menggunakan metode SNA (Social Network Analysis) dengan menggunakan software NodeXL dan Gephi untuk melihat bagaimana jaringan gerakan sosial anti korupsi di twitter. Penelitian ini menggunakan empat perspektif utama dari analisis jaringan berdasarkan konsep Wasserman & Faust (1999) yaitu aktor, hubungan relational, struktur jaringan dan model jaringan. Hasil dari penelitian menemukan bahwa pada analisis jaringan komunikasi, sentralitas aktor pada jaringan gerakan anti korupsi menyebar ke 10 akun sentral, hal ini berdasarkan 4 ukuran;sentralitas tingkatan (degree), kedekatan (closeness), keperantaraan (betweenness), dan eigenvektor (eigenvector). Selanjutnya pola yang terbentuk pada jaringan adalah tight crowd dan broadcast networks. Pola ini menandakan adanya hubungan yang kuat antara anggota jaringan dan arus informasi yang terjadi di twitter merupakan arus yang dua arah, informasi dapat menyebar dengan cepat dan membentuk hubungan timbal balik. Sehingga komunikasi dalam gerakan ini melibatkan seluruh anggota jaringan.

The decision of the Mahkamah Agung (MA) regarding the licensing of former prisoners of corruption cases to become legislative candidates (bacaleg) in the 2019 election gave rise to social movements on social media. Twitter in a political context can be a tool in the formation of an anti-corruption movement in forming a network of anti-corruption activists on Twitter. With the hashtag feature that is owned by Twitter, users can form an online network without being limited by distance and time. This study aims to analyze the network patterns and relations (between) actors in the anti-corruption movement on twitter related to the rejection of the licenses of former corruptors to become legislative candidates that take place through the hashtag #KoruptorKokNyaleg based on the time context before the Supreme Court's decision and after the Supreme Court decision. This research uses Network Society Theory which is useful in looking at approaches to networks that emphasize the importance of relationships with connected units. This study uses the SNA (Social Network Analysis) method using NodeXL and Gephi software to see how the network of anti-corruption social movements on Twitter. This study uses four main perspectives of network analysis based on the concepts of Wasserman & Faust (1999), namely actors, relational relationships, network structures and network models. The results of the study found that in the analysis of communication networks, the centrality of actors in the anti-corruption movement network spread to 10 central accounts, based on 4 measures: degree, closeness, betweenness, and eigenvector (eigenvector) . Furthermore, the pattern formed on the network is tight crowd and broadcast networks. This pattern indicates a strong relationship between network members and the information that occurs on Twitter is a two-way flow, information can spread quickly and form reciprocal relationships. So that communication in this movement involves all members of the network.

Kata Kunci : Jaringan Komunikasi, Gerakan Anti Korupsi, Social network analysis, Twitter.

  1. S1-2019-419030-abstract.pdf  
  2. S1-2019-419030-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-419030-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-419030-title.pdf