STRATEGI KOMUNIKASI DERADIKALISASI AGAMA DAN SIKAP MASYARAKAT PESANTREN DI KABUPATEN SUKOHARJO PROPINSI JAWA TENGAH
ARKANUDIN BUDIYANTO, Subejo, SP, M.Sc, Ph. D, Dr. Samsul Maarif, M.A
2019 | Disertasi | DOKTOR PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PEMBANGUNANPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sikap masyarakat pesantren terhadap program deradikalisasi agama yang dilaksanakan pemerintah di Kabupaten Sukoharjo Propinsi Jawa Tengah, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi sikap masyarakat pesantren serta mengkaji strategi komunikasi yang dilaksanakan dalam program deradikalisasi agama di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan mix methods yaitu kombinasi antara pendekatan kuantitatif didukung oleh pendekatan kualitatif. Pendekatan kuantitatif untuk menganalisis sikap masyarakat pesantren terhadap program deradikalisasi agama serta faktor-faktor yang mempengaruhi sikap masyarakat pesantren. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi komunikasi deradikalisasi agama yang dilaksanakan oleh Pemerintah serta memaknai lebih dalam hasil kuantitatif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah masyarakat pesantren (santri). Penelitian dilakukan di 3 (tiga) Pesantren di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah dengan jumlah sampel sebanyak 367. Data Kuantitatif dianalisis dengan menggunakan uji proporsi dan Structural Equation Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50 % masyarakat pesantren mendukung program deradikalisasi yang dilaksanakan pemerintah. Sikap masyarakat pesantren dipengaruhi secara langsung oleh strategi komunikasi deradikalisasi pemerintah serta dipengaruhi secara tidak langsung oleh faktor eksternal yaitu melalui budaya pesantren dan kepemimpinan kyai/ustadz. Faktor internal yang meliputi pengalaman pribadi dan prasangka tidak membawa pengaruh positif kepada sikap masyarakat pesantren. Komunikasi deradikalisasi agama akan lebih efektif apabila dilakukan melalui pendekatan faktor eksternal yaitu melalui budaya pesantren dan kepemimpinan kyai/ustadz.
This study aims to identity Islamic Boarding School (Pesantren) community attitudes toward religion de-radicalization launched by the government in Sukoharjo, Central Java, determine the factors that influence pesantren community attitudes and review the communication strategy implemented within the de-radicalization program in Sukoharjo, Central Java. The study was conducted using a mix methods approach which is a combination of quantitative approaches supported by qualitative approaches. A quantitative approach to analyze the attitude of community towards religion de-radicalization program and the factors that influence community attitudes boarding. A qualitative approach was used to describe the religion de-radicalization communication strategy implemented by the Government as well as the deeper meaning of the quantitative results. The unit of analysis in this study is the studens of islamic boarding school (santri). The study was conducted in three (3) islamic boarding school (pesantren) in Sukoharjo, Central Java with a total sample of 367. The quantitative data were analyzed using the proportion test and Structural Equation Model. The results showed that more than 50% of the pesantren community support the de-radicalization program launched by the government. Pesantren community attitudes affected directly or indirectly by the government's de-radicalization communication strategy. The indirect effect through external factors, namely through pesantren culture and the leadership of Kyai / ustadz. Meanwhile, internal factors which include personal experiences and prejudices did not bring a positive influence on the pesantren community attitude. The communication of the de-radicalization are more effective when done through external factors which include pesantren culture and the leadership of Kyai / Ustadz.
Kata Kunci : Kata Kunci : Sikap Masyarakat Pesantren, Strategi Komunikasi, Deradikalisasi Agama