HUBUNGAN ANTARA FAKTOR KARAKTERISTIK INDIVIDU, KARAKTERISTIK RUMAH SAKIT DAN LINGKUNGAN DAERAH DENGAN RETENSI PESERTA WAJIB KERJA DOKTER SPESIALIS (WKDS)
GHEANITA A, Dr. dr. Andreasta Meliala, Dip. PH., M.Kes., MAS
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Maldistribusi tenaga kesehatan terutama dokter spesialis merupakan masalah yang sejak lama dihadapi oleh Indonesia. Kondisi geografis serta bervariasinya kemampuan ekonomi suatu daerah seringkali menyebabkan penumpukan dokter spesialis hanya berpusat di kota-kota besar. Adanya suatu kebijakan Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) diharapkan tidak hanya menyamaratakan persebaran dokter spesialis, namun juga mampu mempertahankan dokter spesialis di tempat yang sudah dipetakan oleh pemerintah. Untuk itu diperlukan adanya analisis faktor-faktor yang berperan dalam keputusan para dokter spesialis baru ini untuk tetap tinggal di suatu wilayah serta upaya-upaya yang dilakukan rumah sakit dalam meningkatkan retensi dokter spesialis. Tujuan: Untuk mengukur dan menjelaskan peranan faktor individu, faktor karakteristik rumah sakit serta faktor kondisi lingkungan terhadap keputusan dokter spesialis untuk retensi Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian Mixed Method Explanatory Design QUAN qual dengan menekankan pada temuan kuantitatif yang didukung oleh pendekatan secara kualitatif untuk menjelaskan temuan sebelumnya. Data sekunder digunakan untuk mengukur distribusi serta tingkat retensi peserta WKDS, dan variable terikat lainnya dikumpulkan melalui data dari Kementrian Kesehatan RI, Badan Pusat Statistik dan dan Sistem Akreditasi Rumah Sakit (SiKARS). Data primer dikumpulkan dari 2 rumah sakit pemerintah di 2 lokasi berbeda degan 2 karakteristik geografik yang berbeda. Analisis dilakuakn melalui pendekatan secara statistik dan kualitatif. Hasil dan Pembahasan: Hanya 2,4% (15 dokter) dari total 633 peserta WKDS angkatan 1-VI yang berminat bertugas kembali di rumah sakit yang sama setelah masa wajib kerja 1 tahun selesai. Faktor daerah perkotaan (p 0.011) secara statistik memiliki hubungan yang signifikan dengan retensi dokter WKDS. Faktor lainnya yang berperan yaitu kompensasi, kelengkapan fasilitas medis dan asal daerah Kesimpulan dan Saran: Retensi merupakan isu kompleks yang memerlukan pendekatan multidimensional. Strategi retensi yang efektif memerukan kerjasama lintas sektor dengan tidak hanya memperhatikan tenaga kesehatannya saja tetapi juga lingkungan sekitar. Faktor karakteristik individu, karakteristik rumah sakit, dan karakteristik daerah harus diperhatikan dikarenakan ketiganya berpengaruh dalam pembuatan keputusan untuk menetap atau berpindah kerja
Background: The uneven spread of medical specialists is a problem that has long been considered by Indonesia. Geographical conditions and the variety of economic capabilities causes a buildup of specialist doctors are only centered in big cities. Medical Specialist Mandatory Service Program (WKDS), that has been implemented since 2017, was expected not only to be succeed in distributing specialist doctors, but also able to maintain specialist doctors in the hospital that have been mapped by the government. For this reason, it is necessary to analyze the factors needed in the decision of these new specialist doctors to remain in the placement hospital and explore the effort made by the hospital in increasing the retention of specialist doctors. Objective: To explore the role of individual factors, hospital characteristic factors and environmental conditions factors on the decisions of specialists for retention Method: A Mixed Method Explanatory Design QUAN qual was used, emphasising on quantitative approach, which supported by qualitative approach to explain the previous findings. Secondary data measuring the distribution of medical specialist doctors participated in Mandatory Service Program and related variables were collected from the MoH and National Bureau of Statistic. Primary data were collected from 2 public hospitals in 2 different areas, representing 2 different characteristics of distributions. Statistical and qualitative analyses were employed to examine the data Results and Discussion: Only 2.4% (15 doctors) out of a total of 633 participants in class 1-VI WKDS who returned to the same hospital after the 1-year mandatory period of work was completed. Regional characteristics (p 0.011), statistically have significant relationship with retention. Other factors are compensation, medical supporting facilities and personal origin Conclusions and Recommendations: Retention is a complex issue that requires a multidimensional approach. An effective retention strategy requires cross-sector cooperation by not only paying attention to the health workers but also the surrounding environment. Individual characteristics, hospital characteristics, and regional characteristics must be considered as a determining factors of retention
Kata Kunci : WKDS, Retensi, Kompensasi