KINERJA MANAJEMEN RANTAI PASOK DAN EFISIENSI TEKNIS RANTAI PASOK CABAI PADA TINGKAT PETANI DAN BANDAR (PENGUMPUL) KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MAGELANG
SAKRAL HASBY PUARADA, Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, MS
2019 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisIndonesia merupakan negara agraris yang memiliki sektor pertanian dan sektor hortikultura yang besar. Rantai pasok adalah sistem organisasi di mana terdapat peran serta berbagai kegiatan, termasuk finansial, material dan informasi. Komoditas cabai merupakan komoditas sayuran tidak bersubtitusi dan tergolong komoditas bernilai ekonomi tinggi. Permasalahan utama adalah sering terjadi gejolak harga yang memiliki pengaruh cukup signifikan terhadap inflasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui aliran rantai pasok cabai, (2) menganalisis kinerja Petani dan Bandar, (3) menganalisis efisiensi kinerja petani dan bandar. Metode yang digunakan untuk mengetahui aliran rantai pasok yang sedang berlangsung dalam perputaran siklus rantai pasok cabai pada satu periode musim tanam dengan menggunakan Food Supply Chain Network (FSCN), metode dalam pengukuran kinerja adalah Supply Chain Operation Reference (SCOR) dengan membandingkan nilai benchmarking pada tiap indikator pengukuran dan melihat nilai dari indikator pengukuran dengan acuan Food SCORCard dari Supply chain Council’s. Pengukuran efisiensi kinerja menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) dengan asumsi Constant Return to Scale (CRS) dan Variable Return to Scale (VRS) dengan orientasi output. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang pada 30 Petani mitra dari Bandar Mulia Cabai dan untuk pembanding efisiensi kinerja bandar digunakan purposive sampling method yakni Bandar Karya Cabai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aliran yang sedang berjalan dalam rantai pasok cabai sudah sesuai dengan sasaran rantai pasok. Kinerja yang didapatkan berada pada kriteria baik karena sudah berada pada kategori superior. Berdasarkan perhitungan DEA-CRS terdapat 19 petani (63,3%) yang telah efisien, sedangkan dengan perhitungan DEA-VRS terdapat 27 petani (90%) yang telah efisien.
Indonesia is an agricultural country that has a large agricultural sector and horticulture sector. Supply chains are organizational systems in which there are various activities involved, including financial, material and information. Chili commodity is a non-substituted vegetable commodity and is classified as a high-value commodity. The main problem is frequent price fluctuations that have a significant influence on inflation. This study aims to (1) determine the flow of chili supply chain, (2) analyze the performance of farmers and Bandar, (3) analyze the efficiency of farmer and porter performance. The method used to determine the supply chain flow that is taking place in the rotation of the chili supply chain cycle in one planting season period using the Food Supply Chain Network (FSCN), the method in performance measurement is the Supply Chain Operation Reference (SCOR) by comparing the benchmarking value in each measurement indicators and see the value of the measurement indicator with reference to the Food SCORCard from the Supply Chain Council's. Performance efficiency measurement uses Data Envelopment Analysis (DEA) method with the assumption of Constant Return to Scale (CRS) and Variable Return to Scale (VRS) with output orientation. This research was conducted in Pakis Subdistrict, Magelang Regency in 30 partner Farmers from Bandar Mulia Cabai and for comparison of the performance efficiency of the city used purposive sampling method, namely Bandar Karya Cabai. The results of the study indicate that the flow that is running in the chili supply chain is in accordance with the supply chain objectives. The performance obtained is in good criteria because it is in the superior category. Based on the calculation of DEA-CRS there are 19 farmers (63.3%) who have been efficient, whereas with the calculation of DEA-VRS there are 27 farmers (90%) who have been efficient.
Kata Kunci : Cabai, Rantai Pasok, Kinerja, Efisiensi, FSCN, SCOR, DEA