Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN HIDUP DAN MOTIF MENGGUNAKAN SMARTPHONE DENGAN KECENDERUNGAN ADIKSINYA

IFA NAJIYATI, Prof. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D.

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar belakang: Pada tahun 2017 sebanyak 60% penduduk Indonesia telah menggunakan smartphone. Kehadiran smartphone memudahkan komunikasi dan informasi. Namun, menimbulkan permasalahan yaitu adiksi smartphone. Adiksi smartphone berdampak pada hubungan sosial, kesehatan fisik dan mental. Remaja sebagai digital native dengan kontrol diri yang kurang menyebabkan mereka lebih berisiko mengalami adiksi smartphone. Kepuasan hidup dan motif menggunakan smartphone diduga berhubungan dengan kejadian kecenderungan adiksinya. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kepuasan hidup dan motif menggunakan smartphone dengan kecenderungan adiksinya pada siswa SMP N 2 Yogyakarta. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non- eksperimental dengan metode cross sectional. Pengumpulan data dilakukan kepada 456 siswa dengan menggunakan kuesioner, yaitu SAS-VS untuk mengukur kecenderungan adiksi smartphone dan MSLSS untuk kepuasan hidup. Uji statistik chi square digunakan dalam analisis bivariabel dan regresi logistik untuk analisis multivariabel. Hasil: Kepuasan hidup memiliki hubungan yang signifikan dengan kacenderungan adiksi smartphone. Variabel motif yang berhubungan dengan kecenderungan adiksi smartphone adalah motif mencari kesenangan, mengatur suasana hati, menghabiskan waktu luang, konformitas. Motif menjaga hubungan sosial dan mencari informasi tidak memberikan hubungan yang signifikan dengan kecenderungan adiksi smartphone. Alasan remaja menggunakan smartphone karena perasaan kesepian dan stres. Karakteristik demografik yang berhubungan dengan kecenderungan adiksi smartphone hanya usia ibu. Analisis multivariabel menunjukkan bahwa variabel kepuasan hidup dan motif mencari kesenangan yang berhubungan secara signifikan dengan kecenderungan adiksi smartphone, dengan motif mencari kesenangan menjadi faktor yang paling besar memberikan pengaruhnya. Kesimpulan: Kepuasan hidup, motif mencari kesenangan, motif mengatur suasana hati, motif menghabiskan waktu luang, motif konformitas, dan usia ibu mempengaruhi kecenderungan adiksi smartphone. Upaya pencegahan adiksi smartphone pada remaja SMP memerlukan strategi bersama dari pihak orangtua dan sekolah.

Background: In 2017, as much as 60% of Indonesias population has used smartphone. Communication and information can be accessed quickly and easily by smartphone. But, it raises the problem of smartphone addiction. Smartphone addiction affect social relations, physical health and mental health. Adolescents as digital native with less self-control cause them to be at high risk of experiencing smartphone addiction. Most of students at SMP N 2 Yogyakarta have brought smartphone to school. Life satisfaction and motives for using smartphone are thought to related to the incidence of addiction. Objective: The purpose of this study was to analyze the relationship between life satisfaction and motives of using smartphone with its tendency to addiction on student in SMP N 2 Yogyakarta. Method: This research was a quantitative non-experimental study with cross sectional method. Data were collected through questionnaire in March 2019 at 456 respondents. SAS-VS was used to measure smartphone addiction trend and MSLSS to measure life satisfaction. Chi square test was used in bivariate analysis and logistic regression for multivariate analysis. Result: Life satisfaction had a significant relationship with the smartphone addiction proneness. Motives that were related to smartphone addiction proneness were perceived enjoyment, mood regulation, passing time, conformity. Motive for social relationship and seeking information do not provide a significant relationship with smartphone addiction proneness. Loneliness and stress were the reasons adolescent use smartphone. The multivariate analysis showed that life satisfaction and perceived enjoyment had significant association with smartphone addiction proneness. Perceived enjoyment was the most significant association factor. Conclusion: Life satisfaction, perceived enjoyment, mood regulation, pastime, conformity and mothers age affected smarphone addiction trend. Parents and teacher need to work together to develop strategy smartphone addiction prevention in adolescent.

Kata Kunci : kecenderungan adiksi smartphone, kepuasan hidup, motif menggunakan smartphone, remaja, smartphone addiction proneness, life satisfaction, motive using smartphone, adolescents

  1. S2-2019-418257-abstract.pdf  
  2. S2-2019-418257-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-418257-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-418257-title.pdf