PENGHIDUPAN MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH SEBAGAI PENDUKUNG PEMBANGUNAN PERUMAHAN SWADAYA LAYAK HUNI DI KOTA YOGYAKARTA
POLTAK SIBUEA, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc
2019 | Disertasi | DOKTOR ILMU GEOGRAFIRumah layak huni menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Namun karena terbatasnya keswadayaan MBR dalam pembangunan perumahan swadaya telah menghasilkan rumah tidak layak huni (RTLH). Untuk membantu MBR meningkatkan keswadayaan dalam pembangunan perumahan swadaya perlu dilakukan upaya pengembangan penghidupan MBR sebagai pendukung pembangunan perumahan swadaya layak huni. Penelitian ini dilakukan dengan lokasi studi di Kota Yogyakarta dengan tujuan: 1) terdeskripsikan secara komprehensif tingkat kelayakan huni rumah yang dihuni MBR; 2) terdeskripsikan keswadayaan yang telah dikontribusikan MBR dalam pembangunan perumahan swadaya; 3) terdeskripsikan penghidupan MBR yang telah digunakan dalam pembangunan perumahan swadaya; dan 4) tereksplorasi penghidupan MBR sebagai pendukung pembangunan perumahan swadaya yang layak huni. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-kuantitatif yang menggunakan data primer sebagai data utama dan data sekunder sebagai data pendukung dengan MBR sebagai obyek penelitian. Sample MBR yang disurvei tersebar di empat belas (14) kecamatan di Kota Yogyakarta. Data yang sudah diperoleh di lapangan selanjutnya diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan software SPSS. Hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar (75%) rumah yang ditempati MBR termasuk dalam kategori tidak layak huni. Rumah MBR yang dibangun secara swadaya juga sebagian besar tidak layak huni. Hal ini menunjukkan rendahnya keswadayaan yang dikontribusikan MBR dalam pembangunan perumahan swadaya. Padahal basis pembangunan perumahan swadaya adalah keswadayaan masyarakat. Di sisi lain MBR memiliki penghidupan terdiri atas komponen aset, akses dan aktivitas yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas keswadayaan MBR. Namun, dari hasil analisis diperoleh korelasi antara penghidupan MBR dengan tingkat kelayakan huni lemah dan negatif. Hal ini membuktikan bahwa penghidupan MBR belum dikontribusikan dalam pembangunan perumahan swadaya. Untuk itu perlu mengembangkan penghidupan MBR agar dapat meningkatkan keswadayaan yang diperlukan dalam pembangunan perumahan swadaya yang layak huni. Peningkatan penghidupan MBR sebagai pendukung pembangunan perumahan swadaya layak huni perlu dilakukan secara intensif oleh para pemangku kepentingan, khususnya pemerintah.
The decent housing is a basic need for people, including the low-income community (MBR). However, due to the lack of the MBR self-reliance in developing self-help housing it has resulted the substandard housing. To assist MBR to upgrade the self-reliance in developing self-help housing it needs to be conducted the efforts of the MBR livelihood enhancement as the supporting of the decent self-help housing development. This research is carried out in Yogyakarta City as the study location with the aims are 1) the comprehensive description of the habitability level of housing dwelled by MBR; 2) the description of the self-reliance that contributed by the MBR in the development of self-help housing; 3) the description of the MBR livelihoods that have been utilised in self-help housing development; and 4) the exploration of the MBR livelihoods as the development supporting of habitabel self-help housing. This research is a qualitative-quantitative research that using the primary data as the main data and the secondary data as the supporting data with MBR as the research object. The MBR samples that have been surveyed are scattered in fourteen (14) sub-districts in Yogyakarta City. The data which collected in the field then processed and analyzed by using quantitative descriptive analysis and SPSS software. Based on the research result it found that most of the MBR housing (75%) categorized as sub-standard. Most of the MBR housing that developed by self-help method are also substandard housing. This shows the lack of self-reliance that contributed by the MBR in self-help housing development. In contrary, the basic of the self-help housing development is the community self-reliance. On the other site, MBR have the livelihood consisting of assets, accesses, and activities that boosted to upgrade the MBR self-reliance capacity. However, the analysis shows that the correlation between the MBR livelihood and the habitabel level is weak and negative. It proves that the MBR livelihood is not contributed yet in self-help housing development. Therefore, it needed to enhance the MBR livelihood in order to upgrade the self-reliance that required in development of the decent self-help housing. The upgrading of MBR livelihood as the development supporting of the decent self-help housing need to be carried out intensively by the stakeholders particularly by the government.
Kata Kunci : rumah swadaya, rumah layak huni, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), keswadayaan masyarakat, penghidupan MBR