HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PERSONAL DAN PERILAKU HIDUP SEHAT DENGAN PERAN TENAGA KESEHATAN SEBAGAI ROLE MODEL PERILAKU HIDUP SEHAT DI MASYARAKAT
AGUSTINA ARUNDINA TRIHARJA TEJOYUWONO, Dr. Toto Sudargo, SKM., M.Kes.; Lely Lusmilasari, S.Kp., M.Kes., Ph.D.
2019 | Disertasi | DOKTOR ILMU KEDOKTERAN DAN KESEHATANLatar belakang: Masyarakat memandang tenaga kesehatan sebagai sumber informasi kesehatan yang terpercaya. Keteladanan dalam menerapkan perilaku hidup sehat merupakan bentuk tanggung jawab tenaga kesehatan pada masyarakat. Metode: Penelitian ini dilakukan sejak tahun 2017 sampai dengan 2019 di Kota Pontianak dan D.I. Yogyakarta. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu pembuatan instrumen dan uji hubungan antara faktor personal, perilaku hidup sehat dan peran sebagai role model perilaku hidup sehat. Hasil: Peran tenaga kesehatan sebagai role model perilaku hidup sehat didefinisikan sebagai pola tingkah laku, nilai, sikap, pengetahuan yang harus dimiliki oleh tenaga kesehatan sebagai teladan bagi diri sendiri, masyarakat dan teman sejawat lainnya dalam penerapan aktivitas fisik, pola makan seimbang, perilaku merokok serta memiliki penampilan fisik yang ideal. Empat kriteria yang harus dimiliki adalah : memiliki pengetahuan tentang perilaku hidup sehat yang baik, bersikap sebagai role model perilaku hidup sehat, berperilaku hidup yang sehat dan memiliki penampilan fisik yang ideal. Berdasarkan tema tersebut, dikembangkan menjadi 60 item instrumen peran sebagai role model perilaku hidup sehat dengan validitas konstruk yang tinggi (loading factor > 0,5) dan reliabilitas konstruk 0,89. Perilaku hidup sehat tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan peran tenaga kesehatan sebagai role model perilaku hidup sehat (p = 0,463). Faktor personal tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku hidup sehat (p = 0,335), akan tetapi memiliki hubungan yang signifikan dengan peran tenaga kesehatan sebagai role model perilaku hidup sehat (p = 0,011). Di antara variabel faktor personal, self-efficacy mengonsumsi makanan sehat dan melakukan aktivitas fisik adalah satu-satunya yang memiliki hubungan signifikan (p = 0,044). Kesimpulan: Tenaga kesehatan merupakan seorang teladan yang harus memiliki pengetahuan, sikap, perilaku hidup sehat serta berpenampilan fisik yang ideal di masyarakat. Oleh sebab itu, perlu sebuah program untuk mendorong dan meningkatkan kapasitas diri terutama dalam peningkatan keyakinan diri untuk melakukan hidup sehat sebagai role model perilaku hidup sehat.
Background: The community views health workers as a reliable source of health information. Role modeling in implementing healthy living behavior is a form of responsibility of health workers in the community. Methods: The research was conducted from 2017 to 2019 in Kota Pontianak and D.I. Yogyakarta. The research was conducted in two stages, making instruments and testing the relationship between personal factors, health behaviors and the role as role models for healthy behaviors. Results: The role of health workers as role models of health behavior is defined as behavior patterns, values, attitudes, knowledges that must be possessed by health workers as role models for themselves, the community and other colleagues in applying physical activity, balanced diet, no-smoking behavior and having an ideal physical appearance. The four criterias that must be possessed were : having knowledge about good health behavior, attitudes as role models for healthy living behaviors, healthy behavior and having an ideal physical appearance. Based on the themes, developed 60 items the instrument roles as healthy model with a high construct validity (loading factor > 0.5) and reliability construct 0.89. Health behavior did not have a significant relationship with the role as a role model of healthy behavior (p = 0.463). Personal factors did not have a significant relationship with healthy behavior (p = 0.335) but had a significant relationship with the role of health workers as a role model for healthy behavior (p = 0.011). Among the variables of personal factors, the self-efficacy of consuming healthy foods and doing physical activity was the only one that had a significant relationship (p = 0.044). Conclusion: Health workers were role models of healthy behavior. Therefore, a program is needed to encourage and enhance self-capacity, especially in increasing self-efficacy to live healthy lives as a role model for healthy living behaviors.
Kata Kunci : tenaga kesehatan, peran, faktor personal, perilaku hidup sehat, role model, health workers, roles, personal factors, health behavior, role model