Integrasi Media Sosial Instagram dan Story Maps untuk Visualisasi Popularitas Objek wisata Di DIY Berdasarkan Jenisnya
MELISA SAFITRA MADANA, Dr. Bowo Susilo, M.T
2019 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHDaerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak destinasi wisata. Selain objek wisata yang jumlahnya banyak, jenis wisata yang terdapat di DIY ini juga sangat bervariasi. Dikarenakan jumlah objek wisata yang sangat banyak, maka perlu adanya penyusunan klasifikasi jenis pada obyek-objek wisata di DIY, berdasarkan acuan klasifikasi menurut beberapa ahli dan menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan wistawan dalam menentukan dan memilih objek wisata yang akan dikunjungi. Pencarian referensi wisata yang dilakukan oleh seorang wisatawan biasanya menggunakan media sosial yaitu Instagram. Foto wisata yang tersebar di sosial media Instagram ini merupakan platform untuk menyebarkan informasi objek pariwisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Instagram dapat menjadi sumber data untuk menilai tingkat popularitas objek wisata, yaitu dengan penambangan data melalui #hashtag Instagram. Penambangan data #hashtag untuk menghitung popularitas obyek-objek wisata tersebut dilakukan melalui aplikasi Best #hashtag for Instagram. Analisis data-data #hashtag yang telah terkumpul pada penelitian ini menggunakan metode quantile. Metode quantile ini berfungsi untuk mendapatkan jumlah kelas, yang digunakan sebagai acuan dalam menentukan tingkat popularitas. Hasil dari tingkat popularitas wisata yang diperoleh dapat dijadikan output ke dalam sebuah Story Maps. Story Maps ini akan menvisualisasikan objek-objek wisata tersebut ke dalam sebuah peta yang juga memiliki cerita dan elemen-elmen pop-up tentang informasi objek wisata itu sendiri.
Special Region of Yogyakarta is one of the regions that have many tourist destinations. In addition to the many tourist attractions, the types of tourism found in Special Region of Yogyakarta also vary greatly. Due to a large number of tourist objects, it is necessary to formulate a classification of Special Region of Yogyakarta tourism objects types based on the classification of tourist types according to some experts and Law Number 10 of 2009 concerning Tourism. This classification aims to make it easier for tourists to determine and choose tourism objects to be visited. The search for tourist references made by the tourist usually uses social media, namely Instagram. Tourist photos that spread on Instagram social media are a platform for disseminating tourism object information that is often visited by tourists. Instagram could become a source of data to assess the popularity of tourism objects, namely by mining data through #hashtag on Instagram. Mining of #hashtag data to calculate the popularity of tourism objects was done through the Best #hashtag for Instagram application. Furthermore, the analysis of #hashtag data that has been collected in this study uses the quantile method. This method serves to get the number of classes, which was used as a reference in determining the level of popularity. The results of the tourist popularity level could be used as an output in Story Maps. The Story Maps will visualize the tourism objects on a map that also has stories and pop-up elements about the information of the tourism object itself.
Kata Kunci : Instagram, Objek Wisata, Popularitas, Story Maps, Visualisasi