THE POPULAR FACE-VEIL IN INDONESIA: THE QUEST FOR THE NEW MEANINGS
PERDANA AYSHA PUTERI, Dr. Mohammad Iqbal Ahnaf
2019 | Tesis | MAGISTER AGAMA DAN LINTAS BUDAYAPenelitian ini mengkaji perubahan dinamika sosial-ekonomi-agama yang diwujudkan dalam praktik dan ekspresi Islam dalam masyarakat Indonesia kontemporer. Penelitian ini dilakukan dalam konteks munculnya praktik baru dari bercadar yang berbeda dan bahkan kontras dengan penampilan dan pemahaman dari praktik bercadar yang konvensional. Penelitian ini berfokus lebih mendalam pada pembentukan dan perubahan praktik dan makna dari pengguna cadar. Hubungan antara pengguna cadar baru, komunitas yang lebih luas dan juga konteks Muslim Indonesia dalaam dunia digital -baik online dan offline- menjadi faktor dari perubahan itu. Penelitian ini dilakukan dengan menggabungkan pengamatan dan menganalisis data dalam ranah online dan offline selama 10 (sepuluh) bulan terhadap 7 (tujuh) orang. Berdasarkan studi kasus dan teoritis, penelitian ini menyoroti proses pembentukan diskursif yang terjadi dalam praktik dan makna tabir muka. Ini ditunjukkan oleh bagaimana praktik dan makna dari kerudung wajah yang terbentuk. Keragaman praktik dan makna terus berubah dan berkembang karena pengguna cadar selalu menyesuaikan diri dengan dinamika dan konteks pemakainya.
This research examines the changes in the socio-economic-religious dynamics that are manifested in the Islamic practices and expressions in contemporary Indonesian society. The present study is conducted in the context of the emergence of the new practices of the popular face-veils that are different and even contrast in appearance and understanding from the practices of the conventional face-veil. It focuses deeper into the formation and change of practices and meanings of the face-veil. The relationships among the new face-veil wearers, the wider communities and also the context of digital Muslim Indonesia -in the online and offline world- become factors of those changes. This study is conducted by combining observations and analyzes the data through the online and offline spaces for 10 (ten) months toward 7 (seven) popular face-veil wearers. Based on the cases examination and theoretical study, this research highlights the process of the discursive formation that is occurred in the face-veil practices and meaning. This is shown by how the practices and the meanings of the popular face-veil are constructed. The variety of the practices and meanings keep changing and developing because the face-veil adjusts to the dynamics and contexts of the wearers.
Kata Kunci : face-veil, new meanings, religious expression, hijrah