HASRAT SARTIKA SARI DALAM KUMPULAN PUISI ELEGI TITI GANTUNG: PERSPEKTIF PSIKOANALISIS LACANIAN
HENY ANGGREINI, Dr. Pujiharto, M. Hum.
2019 | Tesis | MAGISTER SASTRAPenelitian ini adalah untuk menyelidiki hasrat subjek Sartika melalui puisi-puisinya yang terkumpul dalam antologi puisi Elegi Titi Gantung sebagai upaya mengungkapkan ke-diri-an subjek yang selalu tersembunyi karena direpresi oleh aturan, hukum, dan budaya. Tujuan tersebut muncul karena subjek (manusia) tidak pernah benar-benar mengetahui hasratnya. Hasrat tersebut selalu digantikan dengan objek hasrat yang lain. Bahkan, subjek bergantung kepada pengakuan orang lain untuk berhasrat. Berdasarkan permasalah tersebut, maka persoalan yang diangkat adalah (1) bagaimana rangkaian penanda sebagai manifestasi hasrat Sartika Sari melalui mekanisme metafora dan metonimia dalam kumpulan puisi Elegi Titi Gantung? (2) Bagaimana hasrat Sartika Sari yang termanifestasikan dalam kumpulan puisi Elegi Titi Gantung? Penelitian ini menggunakan perspektif Lacanian, yaitu untuk menemukan kondisi bawah sadar subjek (penyair). Hasil penelitian ini adalah Sartika berhasrat untuk menjadi perempuan eksis dan menjadi perempuan idaman. Menjadi perempuan eksis akan menunjukkan keberadaan diri Sartika sebagai subjek di tatanan Simbolik. Menjadi perempuan yang diidamkan merupakan bentuk negosiasi Sartika pada dirinya yang menginginkan kebebasan. Akan tetapi, selalu terkungkung dalam tatanan Simbolik. Sartika bukannya tidak melakukan perlawanan, akan tetapi setiap melakukan perlawanan, Sartika justru terjerembab dan semakin dalam masuk ke tatanan Simbolik—Sartika tidak bisa melampaui Liyan Simbolik. Maka, Sartika memilih menjadi perempuan yang diidamkan untuk menikmati kehidupannya.
This research is to investigate the desires of the subject of Sartika Sari through her poems collected in the poetry anthology Elegi Titi Gantung in an effort to express the self of the subject that is always hidden because it is repressed by rules, law, and culture. This goal arises because the subject never really knows his desires. That desire is always replaced by another object of desire. In fact, the subject depends on the recognition of others to desire. Based on these problems, the problems raised are (1) how is the series of markers as manifestations of Sartika Sari's desire through the mechanism of metaphor and metonymy in the collection of Elegi Titi Gantung poems? (2) How is Sartika Sari's desire manifested in the collection of Elegi Titi Gantung poems? This study uses a Lacanian perspective, namely to find the condition of the subject's subconscious (poet). The results of this study are that Sartika is eager to become an existing woman and become a dream woman. Being a woman exists will show Sartika's existence as a subject in the Symbolic order. Being a desirable woman is a form of Sartika's negotiation on her who wants freedom. However, it is always confined to the Symbolic order. Sartika did not not fight, but every time he resisted, Sartika actually fell and deeper into the Symbolic order - Sartika could not surpass the Symbolic Liyan. So, Sartika chose to be a desirable woman to enjoy her life.
Kata Kunci : metafora, metonimia, hasrat, narsistik, anaklitik