Laporkan Masalah

KELAYAKAN PROGRAM REAKTIVASI JALUR KERETA API JOGJAKARTA HUBUNG SEMARANG VIA MAGELANG

AMALIA KHUSNAYA, Dra. Ambar Teguh Sulistiyani, M. Si.

2019 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan program reaktivasi jalur kereta api Jogjakarta-Semarang via Magelang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif melalui survei dan metode kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara. Kelayakan dinilai dari 4 aspek, yaitu aspek kebutuhan, teknis, manajemen dan hukum, serta aspek sosial. Hasil survei diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2010. Analisis kualitatif diperkuat dengan teknik triangulasi data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa program reaktivasi jalur kereta api Jogjakarta-Semarang via Magelang layak dalam dua aspek, kebutuhan serta manajemen dan hukum. Sedangkan dinilai tidak layak menurut aspek teknis dan sosial. Walau demikian, program reaktivasi sebaiknya tetap dijalankan karena perkembangan wilayah di masa yang akan datang memerlukan moda transportasi alternatif. Untuk mengatasinya, peneliti merekomendasikan jalan tengah, yaitu 1) Reaktivasi sebagian; 2) Pembangunan jalur secara elevated; 3) Kebijakan tukar guling dengan tambahan ganti rugi. Komuter memberikan respon secara umum yang positif terhadap program reaktivasi jalur kereta api, tetapi jika jalur kereta api menabrak bangunan fungsional yang exist, maka komuter memiliki beberapa pertimbangan.

This study aims to assess the feasibility of the Jogjakarta-Semarang railroad reactivation program via Magelang. The research method used is a quantitative method through surveys and qualitative methods using interview techniques. Feasibility is assessed from 4 aspects, namely aspects of need, technical, management and law, and social aspects. The survey results were processed using Microsoft Excel 2010 applications. Qualitative analysis was strengthened by data triangulation techniques. The findings of this study indicate that the Jogjakarta-Semarang railroad reactivation program via Magelang is feasible in two aspects, needs and management and law. While it is considered not feasible according to technical and social aspects. However, reactivation programs should continue to be carried out because future regional developments require alternative modes of transportation. To overcome this, researchers recommend a middle ground, namely 1) Partial reactivation; 2) Development of elevated lines; 3) Policy of swap with additional compensation. Commuting generally responds positively to railroad reactivation programs, but if the railroad tracks hit a functional building that exists, then commuters have several considerations.

Kata Kunci : respon masyarakat, reaktivasi jalur kereta api, komuteR

  1. S1-2019-384082-abstract.pdf  
  2. S1-2019-384082-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-384082-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-384082-title.pdf