ANALISIS RANTAI PEMASARAN KAYU BERSERTIFIKASI FSC PADA KELOMPOK TANI ENGGAL MULYO LESTARI DI KABUPATEN PONOROGO
AJENG GIANINI A P, Wiyono, S.Hut., M.Si
2019 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTANSertifikasi hutan rakyat muncul sebagai bentuk kesadaran lingkungan masyarakat internasional yang menghendaki terwujudnya pengelolaan hutan secara lestari. Forest Stewardship Council (FSC) merupakan forum pelopor yang menerapkan sertifikasi pengelolaan hutan rakyat sebagai alat untuk mengakui, menuntun, dan mempromosikan hutan rakyat. Salah satu contoh kelompok tani yang telah mendapatkan sertifikasi FSC yakni FMU Enggal Mulyo di Desa Mrayan Kecamatan Ngarayan Kabupaten Ponorogo. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui alur pemasaran, manfaat dan kendala pada kayu bersertifikasi FSC di hutan rakyat FMU Enggal Mulyo. Penelitian ini dilakukan di FMU Enggal Mulyo, Desa Mrayan, Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo pada bulan September 2018 s.d Juli 2019. Penelitian ini menggunakan panduan wawancara yang dilakukan kepada anggota FMU Enggal Mulyo, pengurus FMU Enggal Mulyo, pedagang kayu lokal dan pengurus desa yang berjumlah 60 responden. Dari hasil penelitian pemasaran kayu sertifikasi melalui tiga pihak yakni: petani-pedagang kayu KTH-buyer. Non sertifikasi melalui: petani-informan-pedagang kayu kecil-pedagang kayu besar-buyer. Kayu sertifikasi memberikan manfaat berupa harga jual kayu yang lebih tinggi dibandingkan dengan kayu non sertifikasi. kendala yang dihadapi adalah penjualan kayu yang dilakukan oleh petani masih dalam pohon berdiri.
Community forest certification is an envitontment awarness of international community to sustainable forest management. Forest Stewardship Council (FSC) is the pioneer forum that implements community's forest management certification as a means to recognize, guide, and promote the community forest. The example of farmer group have earned FSC certified wood i.e. FMU Enggal Mulyo in Mrayan village, Ngaryun sub-district, Ponorogo. The purpose of this research is to compare the chain of marketing, benefits and constraints of certified wood in the community’s forest FMU Enggal Mulyo. This research was conducted at the FMU Enggal Mulyo, Mrayan, Ngrayun, Ponorogo in September 2018 until July 2019. This research uses guide interview to the FMU Enggal Mulyo members, a local timber trader and 60 administrator of the village of 60 respondents. The result of the research was marketing wood certification trhough three parties, those are; farmer-trader wood KTH-buyer. The non certification through: a small wood trader-farmers-wholesaler-buyer. The certification wood give benefit in higher selling price compare to non wood certification. The constraints of the marketing is selling wood has been done on standing trees.
Kata Kunci : FMU Enggal Muyo, FSC, Rantai pemasaran