Laporkan Masalah

Model Work Engagement Karyawan Generasi Millennial Yang Bekerja di Badan Usaha Milik Negara

RINA MULYATI, Fathul Himam; Bagus Riyono; Fendy Suhariadi

2019 | Disertasi | DOKTOR ILMU PSIKOLOGI

Temuan sejumlah penelitian di dunia dengan berbagai setting organisasi/perusahaan menunjukkan tingkat work engagement angkatan kerja generasi millennial yang paling rendah dibandingkan angkatan kerja generasi lainnya (Generasi X dan baby boomers). Kondisi yang sama terkait rendahnya work engagament generasi millenial ditemukan juga di di Indonesia. Hal tersebut tentu saja perlu mendapatkan perhatian lebih serius. Tahun 2025 angkatan kerja generasi millennial akan mendominasi dunia kerja sampai 75%. Dengan menggunakan kerangka teoritis Model Job-Demands-Resources (JD-R) secara spesifik penelitian ini bertujuan untuk menguji model work engagement yang paling cocok bagi angkatan kerja generasi millennial yang bekerja di BUMN. Model ini melibatkan variabel leader-member exchange, job crafting dan person-job fit sebagai variabel prediktor dan variabel meaningful work sebagai mediator. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif (N= 318) dan data dikumpulkan dengan menggunakan skala. Metode analisis data yang digunakan untuk uji kecocokan model yaitu Model Persamaan Struktural atau Structural Equation Modeling (SEM). Hasilnya menunjukkan bahwa (1) model work engagement yang ditawarkan untuk angkatan kerja generasi millennial terbukti fit, (2) meaningful work memberikan pengaruh langsung secara kuat terhadap work engagement (3) meaningful work berperan sebagai mediator untuk hubungan job crafting, person-job fit dengan work engagement (4) peran mediasi meaningful work untuk hubungan leader-member exchange dengan work engagement sigifikan tetapi arahnya negatif (5) untuk kelompok karyawan dengan tingkat work engagement tinggi, leader-member exchange tidak memiliki pengaruh pada meaningful work maupun tingkat work engagement mereka

KResearchers found that millennials have the lowest rate of work engagement compared to other generations (generation X and Baby-Boomers). This phenomenon occurs in various working setting and countries. In 2025 millennials will dominate, up to 75% of the labour force. Therefore it is necessary to scientifically inquire deeper on this generation. This research adopts Job Demand Resources Model (JD-R) as theoretical framework. It specifically aims to analyse the most suitable work engagement model among millennials who work at state owned companies. Predictor variables in this research are: leader-member exchange, job crafting and person-job fit; and meaningful work as mediator variable. This quantitative research (N=318) uses scaling for data collection and Structural Equation Model (SEM) to test the data. This research found: (1) work engagement model fits to the millennials in state owned company; (2) meaningful work has direct significant impact to work engagement; (3) meaningful work serves as mediator between job crafting, person-job fit and work engagement (4) meaningful work plays as negative mediator between leader-member exchange and work engagement (5) for group with high engagement level, leader-member exchange has no direct as well as indirect effect for work engagement.

Kata Kunci : Work engagement; meaningful work; person job fit; job crafting; leader-member exchange; generasi millennial.

  1. S3-2019-373750-abstract.pdf  
  2. S3-2019-373750-bibliography.pdf  
  3. S3-2019-373750-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2019-373750-title.pdf