Laporkan Masalah

Peran Work-Family Conflict dan Strategi Coping terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Ibu Rumah Tangga yang Bekerja

KARINA MAFA ISLAMI, Idei Khurnia Swasti, M.Psi., Psikolog

2019 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peran work-family conflict dan strategi coping yang digunakan terhadap kesejahteraan subjektif pada ibu rumah tangga yang bekerja. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat peran antara work-family conflict dan strategi coping terhadap kesejahteraan subjektif. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Kesejahteraan Subjektif yang diadaptasi oleh Hardanti (2017), Skala Work-Family Conflict yang diadaptasi oleh Amalia (2018), dan Skala Brief COPE milik Carver (1997). Subjek dalam penelitian ini adalah 224 wanita, berusia 21-49 tahun, berstatus menikah, dan memiliki pekerjaan/profesi. Analisis kuantitatif dilakukan dengan metode regresi linear berganda, independent t-test, dan one way anova. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat peran yang signifikan antara work-family conflict dan strategi coping terhadap kesejahteraan subjektif, dengan nilai R = 0,415 dan F = 22,987 (p<0,01). Tingkat kesejahteraan subjektif, work-family conflict, dan strategi coping pada subjek mayoritas berada pada kategori sedang. Faktor yang berperan dalam kesejahteraan subjektif antara lain kepribadian, demografis (usia, jenis kelamin, status pekerjaan, status pendidikan, pendapatan, status pernikahan dan keluarga, jumlah tanggungan), dukungan sosial, tujuan hidup, kognitif, dan pemicu stres.

This research aims find out the role of work-family conflict and coping strategy toward subjective well-being in working mothers. Researcher hypotizes that work-family conflict and coping strategy play a role on subjective well-being. The instruments which is used in collecting the data are Subjective Well-Being Scale adapted by Hardanti (2017), Work-Family Conflict Scale adapted by Amalia (2018), and Brief COPE Scale by Carver (1997). The subjects of this research are 224 women, aged between 21 to 49 years, have a married status, and have a job/profession. This research is analyzed using multiple regression, independent t-test, and one-way anova. Hypothesis test result is significant with R = 0,415 and F = 22,987 (p<0,01), which means that work-family conflict and coping strategy significantly play a role on subjective well-being. The level of subjective well-being, work-family conflict, and coping strategies in the majority of subjects are in the moderate category. Factors that play a role in subjective well-being include personality, demographic (age, sex, work status, education status, income, marital and family status, number of dependents), social support, life goals, cognitive, and stress triggers.

Kata Kunci : kesejahteraan subjektif, work-family conflict, strategi coping, subjective well-being, work-family conflict, coping strategy

  1. S1-2019-383657-abstract.pdf  
  2. S1-2019-383657-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-383657-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-383657-title.pdf