Analisis Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian pada Aspek Pelayanan Farmasi Klinik dan Kepuasan Pasien di Puskesmas Kabupaten Sleman
Luthfi Hanifah, Dr. Satibi, M.Si., Apt. ; Hardika Aditama, M.Sc., Apt.
2019 | Skripsi | S1 FARMASIPelayanan farmasi klinik merupakan salah satu bagian dari pelayanan kesehatan di Indonesia yang berhubungan langsung dengan pasien. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai penerapan standar pelayanan farmasi klinik yang ada di puskesmas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat penerapan standar pelayanan farmasi klinik di puskesmas kabupaten Sleman dan untuk mengetahui nilai kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non-eksperimental, yang dilakukan di empat puskesmas Kabupaten Sleman, yaitu Puskesmas Depok I, Puskesmas Ngaglik I, Puskesmas Ngemplak I, dan Puskesmas Tempel I. Pemilihan sampel puskesmas dilakukan dengan metode purposive sampling. Data diambil secara retrospektif dengan penelusuran dokumen pada tahun 2017, observasi dengan melakukan pengamatan langsung oleh peneliti, dan cros-sectional dengan memberikan kuisioner kepuasan pasien. Indikator yang dinilai berjumlah 21 indikator untuk pelayanan farmasi klinik dan 1 indikator kepuasan pasien. Analisa data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan pelayanan farmasi klinik pada indikator skrining resep, dokumentasi pengkajian resep, dokumentasi pelayanan informasi obat, dokumentasi konseling, dokumentasi monitoring efek samping, serta dokumentasi medication error sudah dilakukan. Pada indikator waktu pelayanan, biaya obat per resep, jumlah item per resep, penggunaan antibiotik pada ISPA non-pneumonia, penggunaan antibiotik pada diare non-spesifik, serta penggunaan injeksi pada myalgia sudah sesuai dengan standar. Pada indikator pelabelan dan penyerahan informasi obat belum disampaikan semua, yaitu dengan persentase sebesar 69,65 % dan 73,68 %, masih terdapat polifarmasi, serta pada indikator visite pasien dan pemantauan terapi obat belum dilakukan. Selain itu, rata-rata nilai kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas sudah sangat puas yaitu sebesar 77,99 %.
Clinical pharmacy services are one part of health services in Indonesia that are related directly to patients. Therefore, a research is required on the pharmaceutical standards in the health center. The purpose of this study was to look at the application of pharmaceutical service standards in Sleman, primary healthcare and patient satisfaction with pharmaceutical services at the primary healthcare. This research was a non-experimental descriptive study, conducted at four primary healthcare in Sleman, called Depok I, Ngaglik I, Ngemplak I, and Tempel I primary healthcare. The selection of primary health care samples was done by purposive sampling method. Data was taken retrospectively by looking for documents in 2017, observations by conducting direct observations by researchers, and cross-sectional by providing patient satisfaction questionnaires. The indicators assessed amounted to 21 indicators for clinical pharmacy services and 1 indicator of patient satisfaction. Data analysis was carried out descriptively. Based on the results of the study, the application of clinical pharmacy services on prescription screening indicators, prescription assessment administration, administration of information services, counseling documentation, side effects monitoring documentation, and documentation of drug errors that have been done. On the indicator of service time, the cost of drugs per prescription, the number of items per prescription, the use of antibiotics in Acute Respiratory Infection non-pneumonia, the use of antibiotics in non-specific diarrhea, and the use of injection in myalgia according to the standard. Indicators of labeling and drug information service have been not all yet delivered with a percentage of 69.65% and 73.68%, polypharmacy is still provided, and the patient's visite indicators and monitoring of drug therapy have not been carried out. In addition, the average value of patient satisfaction with pharmacy services at the health center was very satisfied, with 77,49 %.
Kata Kunci : puskesmas, standar pelayanan kefarmasian, pelayanan farmasi klinik, kepuasan pasien