Laporkan Masalah

Identifikasi Bentuk Ancaman Kerusakan dan Rekomendasi Pemeliharaan Bangunan Bata Studi Kasus Pada Candi Mirigambar di Kabupaten Tulungagung

MOH. WAHYU S, Andi Putranto, S.S., M.Sc.

2019 | Skripsi | S1 ARKEOLOGI

Pelindungan bangunan Warisan Budaya dilakukan guna melestarikan keberadaannya terhadap ancaman dan gangguan yang dapat menyebabkan kerusakan dan pelapukan. Pelindungan dilakukan salah satunya dengan pemeliharaan pada bangunan. Bentuk pemeliharaan dengan cara perbaikan atau konservasi pada bangunan atau bagiannya terutama yang mengalami kerusakan dan pelapukan. Penelitian ini mengambil langkah dengan melakukan identifikasi bentuk dari kerusakan dan pelapukan pada bangunan tinggalan budaya masa lalu berupa candi berbahan bata. Candi yang dijadikan sebagai studi kasus ialah Candi Mirigambar yang merupakan candi tinggalan budaya masa kerajaan Majapahit yang berada di Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data berupa observasi langsung berupa pengamatan pada Candi Mirigambar untuk mengetahui kondisinya. Selain itu, juga ada wawancara kepada juru pelihara dan instansi yang terkait dengan pemeliharaan Warisan Budaya. Setelah itu, data hasil lapangan diidentifikasikan menurut bentuk ancaman yang berupa kerusakan dan pelapukan. Kemudian dilakukan pula analisis untuk menentukan faktor penyebabnya berdasarkan kajian pustaka. Beberapa kerusakan yang terjadi pada candi ini, baik yang berupa kerusakan mekanis, fisis, dan biologis disebabkan oleh pengaruh dari faktor internal dan eksternal. Penanggulangan terhadap faktor penyebab kerusakan yang telah dilakukan hingga saat ini berupa pembersihan mekanis kering. Oleh karena itu, hasil akhir penelitian ini juga berupa konsep rekomendasi penanganan yang sesuai dengan kondisi yang dijumpai pada Candi Mirigambar untuk segera dilakukan guna mencegah terjadinya kerusakan dan pelapukan lebih lanjut.

Cultural heritage building protection is carried out to protect its existence against threats and disturbances that can cause decays and weathering. One of the safeguards was carried out with maintenance on the building. Forms of maintenance by means of repairs or conservation in buildings or parts, especially that was decayed and weathered. This study took steps by identifying forms of decays which is used as a case study is the Mirigambar Temple which is a cultural temple in the Majapahit kingdom in Tulungagung Regency, East Java Province. This research was conducted by collecting data in the form of direct observation at Mirigambar Temple to find out current condition. In addition, there are also interviews with stakeholders and agencies related to the maintenance of Cultural Heritage. After that, field results data are identified according to the form of threats in the form of damage and weathering. Then analysis is also used to determine the causal factors based on literature review. Some of the decays that occurs to this temple, both in the form of mechanical, physical and biological decay is caused by the influence of internal and external factors. Countermeasures for the causes of damage that have been done so far are dry mechanical cleaning. Therefore, the final results of this study are also the concept of treatment recommendations that are in accordance with the conditions found at Mirigambar Temple to be carried out immediately to prevent further damage and weathering.

Kata Kunci : ancaman, kerusakan, bangunan bata, rekomendasi, pemeliharaan, Candi Mirigambar

  1. S1-2019-334873-abstract.pdf  
  2. S1-2019-334873-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-334873-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-334873-title.pdf