Laporkan Masalah

Gated Communities dan Pembentukan Ruang Berbasis Kelas di Perkotaan (Studi Kasus: Pembangunan Apartemen Taman Melati di Dusun Pogung Kidul, Kabupaten Sleman, DIY)

NOVITA RAHMA DEWANTI, Dr. Nanang Indra Kurniawan S.I.P, M.P.A

2019 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Studi ini membahas tentang fenomena Gated Communities di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. GC merupakan patologi perkotaan yang muncul seiring terjadinya pembangunan perkotaan dan menimbulkan segregasi sosial di masyarakat. Kasus yang digunakan dalam studi ini adalah Apartemen Taman Melati Sinduadi di Sleman yang merupakan bentuk baru dari GC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam bagaimana proses dan pengaruh pembangunan Apartemen Taman Melati Sinduadi terhadap pembentukan GC di Dusun Pogung Kidul. Metode penelitian yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah tersebut ialah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dalam memahami studi ini, peneliti menggunakan konsep accumulation by dispossession, gated communities, dan stratifikasi kelas sosial. Ketiga konsep ini akan digunakan secara beriringan. Konsep accumulation by disposession digunakan untuk menggambarkan bagaimana terjadinya pembangunan di Sleman dan bagaimana pemerintah ikut berperan dalam perampasannya. Konsep gated communities akan digunakan untuk memahami fenomena GC secara lebih dalam dan konsep stratifikasi kelas sosial akan digunakan untuk menggambarkan dampak dan pengaruh dari GC. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena GC di Dusun Pogung Kidul terbentuk seiring dengan adanya pembangunan Apartemen Taman Melati. Pembentukan GC pada akhirnya berdampak terhadap terjadinya penegasan stratifikasi kelas sosial yang terjadi di Dusun Pogung Kidu. Hal tersebut dapat dilihat melalui 4 aspek yaitu secara fisik, psikologis, akses kualitas kehidupan, dan adanya diskriminasi sosial masyarakat RT 01 Dusun Pogung Kidul. Aspek fisik dapat dilihat melalui keberadaan tembok yang membatasi apartemen dengan masyarakat luar serta bentuk atau pola permukiman antara keduanya. Aspek psikologis berkaitan dengan status dan latar belakang dari penghuni apartemen dan masyarakat di luar apartemen, yang memengaruhi kontak dan integrasi sosial di lingkungan. Ketiga ialah akses kehidupan, aspek ini memperlihatkan bagaimana penghuni GC memiliki kualitas hidup yang lebih baik daripada masyarakat yang tinggal di sekitar apartemen. Terakhir ialah diskriminasi sosial yang diterima oleh masyarakat pendatang RT 01 di Dusun Pogung Kidul. Keempat aspek ini pada akhirnya memperlihatkan bahwa keberadaan apartemen sebagai bentuk baru dari GC menegaskan adanya stratifikasi kelas sosial di Dusun Pogung Kidul, Sleman. Adapun cara untuk menyikapi keberadaan GC ialah kebijakan pembangunan perkotaan yang inklusif, yaitu menciptakan kota yang menyejahterakan, seimbang, dan berkeadilan. Serta dibutuhkannya peran Pemerintah Kabupaten Sleman yang tidak hanya terfokus kepada pertumbuhan ekonomi daerah semata, namun juga terhadap kehidupan seluruh masyarakat perkotaan, termasuk masyarakat minoritas perkotaan.

This study analyzes the phenomenon of Gated Communities in Sleman Regency, Yogyakarta. GC is an urban pathology that comes along with the urban development and it raises social segregation in society. The case used in this study is Taman Melati Apartment in Sleman. The propose of this study is to figure out how the process of Taman Melati Apartment���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s construction take effect to the forming of GC in Pogung Kidul Village. The research method used to answer the formulation of the problem is qualitative research method with the case study approach. This study used gated communities, accumulation by dispossession, and social-class stratification���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s concepts. These concepts will be used in compliance. An accumulation by dispossession concept will explain how the dispossession happened along with the urban development and how the government play a role with it. Then gated community concept will be used to understanding the GC phenomenon in-depth. The last one, social-class stratification will be used to explain the effect of GC existences. The results of this study point out that the GC phenomenon in Pogung Kidul Village was formed along with the construction of Taman Melati Apartments. That forming can be seen through 4 aspects: in physical, psychological, the access, and social discrimination. The physical aspect can be seen through the existence of the divider wall to make the differences of scopes, shape, and pattern between the apartment and the outsider. The psychological aspect related to the status and background of the apartment resident and the outsider. Third is the access, where the GC resident have a better quality of life than the outsider. The last one is the discrimination received by immigrant community in RT 01, Pogung Kidul Village. In the end, these four aspects show that the presence of Taman Melati Apartment which is the new form of GC emphasizes the existence of social-class stratification in Pogung Kidul Village, Sleman. There are several ways to respond the GC. First is the implementation of inclusive policies, where the city be prosperous, balanced, and conscionable. The second one is the regional government���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s role need to concern about all the urban society���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s life, not just standing in economic growth aspect.

Kata Kunci : Gated Communities, Pembangunan Apartemen Taman Melati, Stratifikasi Kelas Sosial, Pembangunan Perkotaan

  1. S1-2019-384279-abstract.pdf  
  2. S1-2019-384279-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-384279-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-384279-title.pdf