Analisis Model harga Hedonik Beras Hitam di Toko Modern Daerah Istimewa Yogyakarta
CHRISTA KINANTI A, Dyah Ismoyowati; Endy Suwondo
2019 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANBeras hitam merupakan salah satu pangan sehat yang mulai populer dikonsumsi oleh masyarakat. Hal ini menjadikan semakin banyak produk beras hitam yang beredar di toko modern Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan berbagai merk dan harga. Dalam membuat keputusan pembelian, konsumen akan mempertimbangkan atribut mutu yang melekat pada beras hitam. Model harga hedonik merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menentukan harga implisit dari setiap atribut yang membentuk harga secara signifikan. Harga implisit diintrepretasikan sebagai nilai dari atribut mutu yang berkontribusi terhadap harga pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai pengaruh dari setiap atribut mutu beras hitam yang direpresentasikan sebagai harga implisit, sehingga dapat diketahui atribut mutu yang signifikan membentuk harga beras hitam. Atribut mutu yang digunakan merupakan atribut yang dapat dievaluasi oleh konsumen secara langsung ketika melakukan pembelian, antara lain label sertifikasi organik, kemasan vakum, kemasan stand pouch with zipper, keutuhan butir beras, kecerahan warna, dan intensitas warna. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Dalam penelitian ini diperoleh 48 toko modern yang menjual beras hitam; 17 di Yogyakarta, 15 di Sleman, 12 di Bantul, 3 di Kulon Progo, dan 1 di Bantul. Analisis model hedonik dilakukan pada 21 produk beras hitam dengan 62 variasi harga menggunakan regresi linier berganda. Hasil analisis regresi didapatkan bahwa atribut mutu yang signifikan adalah label sertifikasi organik, kemasan stand pouch with zipper, keutuhan butir, dan kecerahan warna, berarti bagi konsumen keempat variabel tersebut sangatlah penting dalam penentuan mutu beras hitam. Harga implisit dari variabel bebas yang signifikan yaitu sertifikasi organik sebesar 0,270; kemasan stand pouch with zipper sebesar 0,418; keutuhan bulir sebesar 0,623; dan kecerahan warna sebesar 0,733.
Black rice is one of healthy food that is getting popular. It increasingly marketed in modern shops in Special Region of Yogyakarta, Indonesia with various brands and prices. Most consumers will consider about product quality attributes. Hedonic model used to determine implicit price of each attribute that significantly form the prices. Implicit prices are interpreted as the value of attributes that are contributed to the market price. The purpose of this study is to determine value of each quality attribute which is represented as an implicit price. In doing so, the quality attributes that significantly form the prices can be found. The attributes used in this study are attributes that can be directly evaluated by consumer in modern shop. The data was collected to capture quality attributes including organic certification label, vacuum packaging, stand pouch with zipper packaging, grain wholeness, color lightness, and color intensity. The data collection was done using purposive and snowball sampling techniques. There are 48 modern shops sells black rice i.e. 17 shops in Yogyakarta, 15 shops in Sleman, 12 shops in Bantul, 3 shops in Kulon Progo, 1 shop in Gunungkidul. Analysis of the hedonic model was carried out on 21 black rice products with 62 price variations using multiple linear regression. The regression result shows that the significant variables are organic certification label, stand pouch packaging, grain wholeness, and color lightness. It means that the four variables are very important in determining the black rice quality. The implicit price of each attribute is organic certification of 0.270; stand pouch with zipper packaging of 0,418; grain wholeness of 0.623; and color lightness of 0.733.
Kata Kunci : model hedonik, beras hitam, toko modern