Laporkan Masalah

Kesatria Perempuan dari Jalan Raya:Dinamika Kerja Driver Perempuan Anggota Komunitas Srikandi Go-Jek Jogja

DICKY INDRIANTO N, Dr. Suzie Handajani, M.A.

2019 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYA

Perempuan yang bekerja sebagai driver ojek online Go-Jek masih dianggap sebagai sesuatu yang baru di Indonesia. Mayoritas pengemudi Go-Jek yang merupakan kaum laki-laki menciptakan anggapan dan diskriminasi kepada kaum minoritas yaitu driver perempuan. Dengan adanya tekanan tersebut secara langsung menuntut driver perempuan untuk melakukan penyesuaian agar tetap bertahan di ekosistem kerja sebagai driver Go-Jek. Penelitian ini membahas peran komunitas Srikandi Go-Jek Jogja serta bagaimana driver perempuan menegosiasikan posisi mereka sebagai perempuan di pekerjaan yang mayoritas digeluti oleh kaum laki-laki. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan melakukan observasi secara langsung, wawancara mendalam kepada para informan dan kajian pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan motivasi dan faktor-faktor yang menyebabkan perempuan lebih memilih bekerja sebagai driver dari pada jenis pekerjaan ini lain. Usaha mereka untuk bekerja di ranah produktif ini tidak lepas dari berbagai kendala yang harus dihadapi, mulai dari suami, lingkungan tempat tinggal hingga lingkungan kerja mereka di Go-Jek itu sendiri. Driver perempuan cenderung memanfaatkan nilai-nilai kefemininan mereka sebagai modal untuk beradaptasi dalam ekosistem Go-Jek. Melalui Srikandi Go-Jek Jogja, mereka menghadirkan ruang komunikasi dan bersosialisasi khusus untuk sesama driver perempuan dengan tujuan menciptakan komunitas perempuan yang solid dan kompak. Secara lebih dalam, komunitas ini juga menjadi arena bagi driver perempuan untuk memperoleh kekuasaan di luar pekerjaan mereka di ranah domestik.

Women who work as a driver of online taxi-bike, Go-Jek, are still considered as something new in Indonesia. The majority of Go-Jek drivers that are men creates presumption and discrimination towards female driver. These pressures directly demand women drivers to make adaptationto stay in the Go-Jek driver work ecosystem. This study discusses the role of Srikandi Go-Jek Jogja Community and how women drivers negotiate their position working as female in a job field where the majority workers are men. The method applied in this study is qualitative research by conducting direct observations, in-depth interviews with informants, and literature review. The result of this study shows motivations and factors that cause women to choose to work as drivers rather than other types of occupation. Their effort to work in this productive domain cannot be separated from the various obstacles that must be faced, ranging from husbands, living environments, to their work environments in Go-Jek itself. Female drivers tend to use their feminine values as capital to adapt in Go-Jek ecosystem. Through Srikandi Go-Jek Jogja community, they present a special communication and socialization space for fellow female drivers with the aim of creating a solid and compact women community. Another further effect is this community also becomes an arena for female drivers to gain power outside their work in domestic territory.

Kata Kunci : Driver perempuan, Go-Jek, Gender, Komunitas, Srikandi Go-Jek Jogja

  1. S1-2019-383838-abstract.pdf  
  2. S1-2019-383838-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-383838-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-383838-title.pdf