STUDI PEMBUKAAN WILAYAH HUTAN (PWH) DENGAN REL DI HUTAN RAWA (STUDI KASUS DI HPH PT. ROMAN PERMAI TIMBER, RIAU)
ALMUNADI, Ir. Haryanto, MS.
1998 | Skripsi | S1 KEHUTANANPengusahaan hutan rawa lebih mengacu pada sistem pengelolaan dengan sistem silvikultur TPI dan TPTI yang dalam pelaksanaannya terdapat kegiatan Pembukaan Wilayah Hutan (PWH) yang dilaksanakan pada tahun pertama sebelum kegiatan penebangan (Et-1) pada seluruh blok/petak yang telah dilakukan inventarisasi sebelum penebangan (cruising) dan sudah ditentukan pada rencana karya tahunan (RKT). Pembukaan wilayah hutan merupakan kegiatan penyediaan prasarana dan sarana bagi kegiatan produksi kayu, pembinaan hutan dan inspeksi kerja. Kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan PWH ini meliputi pengukuran, pembuatan jalan angkutan bagi kegiatan pemungutan hasil hutan. Di hutan rawa kegiatan PWH banyak menggunakan jalan angkutan menggunakan rel mengingat kondisi lapangan yang selalu tergenang air, tanah jelek, dan tidak stabil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode dan teknik, prestasi kerja pembuatan jalan angkutan dengan rel dan mengetahui besarnya biaya pembukaan wilayah hutan. Hasil penelitian dan perhitungan menghasilkan prestasi kerja pembuatan jalan rel adalah 1.445,7830 meter/HRK, IPWH 12,25 m/ha, ORD 8,2276 m/ha, ORS 1.215,4213 meter, ASD 303,8553 meter, RC Rp. 2.304,5795/meter, dan ATC Rp. 2.304,5529/meter. Dengan hasil tersebut, kerapatan jalan pada kegiatan pembukaan wiiayah hutan di HPH PT. Rokan Permai Timber ini lebih dari optimal, karena IPWHnya lebih besar daripada dalam keadaan optimal (ORD) sehingga jarak penyaradan lebih dekat, tetapi biaya pembuatan lebih besar karena jalan yang dibuat lebih banyak. Tahap pembuatan jalan rel terdiri dari kegiatan pembukaan jalur jalan, pembuatan galangan I, galangan II, galangan III dan galangan IV serta pemasangan jari-jari.
Kata Kunci : -