Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA TERJADINYA ASFIKSIA DENGAN TRAUMA DI KEPALA DAN DADA PADA PEMERIKSAAN LUAR JENAZAH FORENSIK KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS YANG DIPERIKSA DI IKF RSUP Dr. SARDJITO YOGYAKARTA TAHUN 2013 - 2017

INDRA FAISAL, dr. Hendro Widagdo, Sp.F.M(K).; Dr. Dra. Suhartini, Apt., SU

2019 | Tesis-Spesialis | ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL

Latar Belakang: Kecelakaan lalu lintas menempati urutan ke-9 pada disability adjusted life years (DALYs) dan diperkirakan akan menempati peringkat ke-3 di tahun 2020. Data Ditlantas Mabes Polri menunjukkan banyaknya korban yang meninggal setiap tahunnya, Kapolda DIY mengatakan, setiap hari kejadian kecelakaan lalu lintas di DIY sangatlah tinggi, ini terbukti tahun 2015 jumlah korban meninggal 264 jiwa, sedangkan tahun 2016 sebanyak 463 jiwa, ini berarti mengalami kenaikan sekitar 75,38 persen. Trauma yang paling sering terjadi adalah trauma kepala dan dada yang mengakibatkan terjadinya perdarahan, kerusakan organ vital dan bahkan terjadi asfiksia. Tujuan: Mengetahui hubungan antara terjadinya asfiksia terhadap trauma kepala dan dada pada pemeriksaan luar jenazah forensik kasus kecelakaan lalu lintas yang diperiksa di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2013-2017. Metode: Penelitian ini merupakan observasi analitik dengan pengambilan data secara cross sectional menggunakan data sekunder dari visum et repertum kasus kecelakaan lalu lintas di Instalasi Kedokteran Forensik di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dari tahun 2013-2017 dengan melihat tanda-tanda asfiksia yang muncul pada trauma kepala dan dada, kemudian dianalisis dengan membandingkan variabel-variabel yang ada secara statistik deskriptif dan statistik analititik. Hasil: Kasus kematian akibat kecelakaan lalu lintas dalam periode 5 tahun (2013-2017) sebanyak 318 kasus dengan kasus terbanyak tahun 2016 (79 kasus) dan paling sedikit tahun 2013 (46 kasus), sedangkan yang menyebabkan asfiksia sebanyak 235 kasus, dimana kasus terbanyak laki-laki (176 kasus) dan perempuan (59 kasus). Kematian dengan trauma kepala yang menyebabkan asfiksia dalam periode 5 tahun (2013-2017) sebanyak 136 kasus (57,9%), sedangkan trauma dada yang menyebabkan asfiksia 14 kasus (5,9%). Data tersebut di uji analisis chi square didapatkan nilai p < 0,05 dengan OR= 2,94, ini berarti terdapat perbedaan yang bermakna, dimana kematian dengan tanda asfiksia pada trauma kepala kemungkinan timbulnya 2,94 kali lebih besar dari pada trauma dada. Kesimpulan: Jumlah kasus kematian akibat kecelakaan lalu lintas periode tahun 2013-2017 yang diperiksa di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta sebanyak 318 kasus, terbanyak tahun 2016 (24,8%), yang menyebabkan asfiksia (73,9%), dimana laki-laki (55,3%) lebih banyak darpada perempuan (18,6%). Trauma kepala menyebabkan asfiksia (57,9%) dan mempunyai risiko terjadi asfiksia 2,94 kali lebih besar dibandingkan trauma dada (5,9%) pada pemeriksaan luar kasus kecelakaan lalu lintas.

Background: Traffic accidents rank 9th in disability adjusted life years (DALYs) and are estimated to be ranked 3rd in 2020. Police Headquarters Directorate General Data shows the number of victims who die every year, DIY Regional Police Chief said, every day traffic accidents in DIY are very high, this is evident in 2015 the number of deaths was 264 people, while in 2016 there were 463 people, this means an increase of about 75.38 percent. The most common trauma is head and chest trauma which results in bleeding, damage to vital organs and even asphyxia. Objective: To find out the relationship between the occurrence of asphyxia in head and chest trauma in the examination of outside forensic bodies of traffic accident cases examined at the Forensic Medicine and Medicolegal Installation of Dr. RSUP. Sardjito Yogyakarta in 2013-2017. Method: This study is an analytic observation with cross-sectional data collection using secondary data from the post mortem examination in cases of traffic accidents at the Forensic Medicine Installation in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta from 2013-2017 by looking at signs of asphyxia that appeared in head and chest trauma, then analyzed by comparing the variables that existed in descriptive statistics and analytical statistics. Results: Cases of deaths due to traffic accidents in the 5-year period (2013-2017) were 318 cases with the most cases in 2016 (79 cases) and at least in 2013 (46 cases), while those that caused asphyxia were 235 cases, with the most cases men (176 cases) and women (59 cases). Death with head trauma that caused asphyxia in a period of 5 years (2013-2017) was 136 cases (57.9%), while chest trauma which caused asphyxia 14 cases (5.9%). The data in the chi square analysis obtained p value <0.05 with OR = 2.94, this means there are significant differences, where deaths with signs of asphyxia in head trauma may occur 2.94 times greater than chest trauma. Conclusion: The number of cases of deaths due to traffic accidents in the period 2013-2017 which were examined at the Forensic Medicine Installation of Dr. RSUP Sardjito Yogyakarta as many as 318 cases, the most in 2016 (79 cases), which caused asphyxia (73.9%), where the majority of men (176 cases). Head trauma caused asphyxia (136 cases) and had a risk of asphyxia 2.94 times greater than chest trauma (14 cases) on external examination of traffic accident cases.

Kata Kunci : Kecelakaan lalu lintas, Trauma kepala, Trauma dada, Asfiksia, Traffic accidents, head trauma, chest trauma, asphyxia

  1. S2-2019-405522-abstract.pdf  
  2. S2-2019-405522-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-405522-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-405522-title.pdf