Laporkan Masalah

PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK PENGHASIL ASAM LAKTAT TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PAKAN DOMBA

FITRIAH, NURUL , Dr. Ir. Hari Hartadi, M.Sc

2003 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini dilakukan untuk mengukur nilai kecernaan bahan kering (BK) dan bahan organik (BO) secara in vivo dengan menggunakan 12 ekor domba lokal jantan yang dibagi menjadi 2 kelompok. Ransum domba terdiri dari hijauan dan konsentrat yaitu 60:40 dengan konsumsi bahan kering 4% dari berat badan. Hijauan yang digunakan Pennisetum purpureum dan konsentrat yang terdiri dari campuran dedak halus, dan bungkil kedelai, ditambah probiotik 3 ml/ekor. Probiotik diberikan bersamaan dengan konsentrat. Data yang dikumpulkan • dari penelitian ini adalah jumlah pakan yang diberikan, sisa pakan, dan berat feses. Data ini digunakan untuk mengukur konsumsi dan kecernaan BK dan BO. Hasil penelitian menunjukkan rerata konsumsi BK (g/ kg BB0,75/h.r) perlakuan 1 dan perlakuan 2 berturut-turut adalah 64,80 dan 65,54. Rerata konsumsi BO (g/ kg BB0'75 /hr) perlakuan 1 dan perlakuan 2 berturutturut adalah 52,83 dan 54,78. Rerata kecernaan BK(%) perlakuan 1 dan perlakuan 2 berturut-turut 56,23 dan 56,63. Sedangkan rerata kecernaan BO (%) perlakuan 1 dan perlakuan 2 berturut-turut adalah 58,92 dan 60,60. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan probiotik tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan. Kata kunci: Kecernaan In vivo, Pennisetum purpureum, konsentrat, probiotik dan domba

Experiment was conducted to evaluate inclusion of probiotic, Yesboss, in ration on dry matter (DM) and organic matter (OM) intake and digestibility. Twelve weaned local sheep were randomly allocated into two groups fed ration containing grass and concentrate at ratio of 60:40 at dry matter intake 4% of body weight. The grass is Pennisetum purpureum and the concentrate were rice bran, soybean meal. Treated group was given additional probiotic in the concentrate level of 3 ml/head daily. Data collected are feed offered, orts, and feces weight. The data are use to calculate intake and digestibility of DM and OM. Result of the experiment treated 1 and 2 groups showed that average intake (W0,75/day) of DM were 64.80 and 65.54 respectively, while of OM for treated 1 and 2 groups were 82.83 and 54.78 respectively. Average digestibility (%) of DM for treated 1 and treated 2 groups were 56.23 and 56.63 respectively, while of OM treated 1 and treated 2 groups were 58.92 and 60.60 respectively. It is concluded that probiotic give no significant effect on intake as well as DM and OM digestibility of the sheep. (Key word: In vivo digestibility, Pennisetum purpureum, concentrate, probiotic and sheep)

Kata Kunci : Kecernaan In vivo, Pennisetum purpureum, konsentrat, probiotik dan domba

  1. S1-FPT-2003-NURULFITRIAH-abstract.pdf  
  2. S1-FPT-2003-NURULFITRIAH-bibliography.pdf  
  3. S1-FPT-2003-NURULFITRIAH-tableofcontents.pdf  
  4. S1-FPT-2003-NURULFITRIAH-title.pdf