Hubungan Antara Penerimaan Orang Tua Dengan Kecemasan Pada Siswa Kelas VII Tahun Pertama SMP Boarding School
DR. DEWI MAHARNI, Dr. dr. Carla R Marchira, Sp.KJ(K).; Dr. dr. Ronny Tri Wirasto, Sp.KJ
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KEDOKTERAN KLINISLatar Belakang: Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik secara maksimal sehingga dapat dihasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Salah satu alternatif pendidikan yang ditawarkan adalah sekolah berasrama (boarding school). Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis yang paling umum pada anak dan remaja usia sekolah di seluruh dunia dengan prevalensi kecemasan pada siswa boarding school lebih tinggi dibandingkan siswa sekolah regular. Pola asuh dan perilaku orang tua menjadi prediktor penting terhadap munculnya kecemasan pada remaja. Kehangatan (penerimaan) orang tua yang rendah, penolakan, overproteksi (kontrol berlebihan) berkaitan dengan penyesuaian negatif pada anak yang dapat menyebabkan munculnya kecemasan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara penerimaan orang tua dengan kecemasan pada siswa kelas VII tahun pertama SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang tahun ajaran 2018/2019. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan cross sectional dan metode deskriptif analitik. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII tahun pertama SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang. Tingkat penerimaan orang tua diukur dengan menggunakan instrument Parental Acceptance and Rejection Questionnairre (PARQ) versi Indonesia. Kecemasan diukur dengan menggunakan instrument Revised Childrens Manifest Anxiety Scale (RCMAS) versi Indonesia. Data dianalisa secara statistik. Analisis bivariat dilakukan pada semua variabel. Analisis multivariat dilakukan untuk semua variabel yang telah dianalisis dengan analisis bivariat.. Tingkat kemaknaan uji statistik dinyatakan pada p < 0,05. Hasil: Kecemasan pada siswa kelas VII tahun pertama SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang adalah sebesar 23,92% dan rerata skor penerimaan orang tua adalah sebesar 99,40 +- 11,41. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara penerimaan orang tua dengan kecemasan (uji korelasi Pearson, r = 0,412; p < 0,001). Hasil uji regresi multipel logistik juga menunjukkan hasil yang mendukung hasil analisis bivariat bahwa persepsi diterima orang tua berpengaruh terhadap kecemasan pada siswa kelas VII tahun pertama SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang (uji regresi multipel logistik, p = 0,001; wald = 11,169). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara penerimaan orang tua dengan kecemasan pada siswa kelas VII tahun pertama SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang tahun ajaran 2018/2019.
Background: Education holds very important role to guide the development of students in cognitive, affective, and psychomotor aspects. It will eventually help to provide high quality human resource for the future generation. There are various kinds of educational institutions, and one of them is boarding school. Anxiety disorder is one of the most common psychological problems in child and school-age adolescents worldwide, and it was known that the prevalence was higher in boarding school students compared to in regular school students. Parenting style and parents behavior are important predictors for the development of anxiety in adolescents. Lack of warmth (acceptance), rejection, and overprotection (excessive control) from parents were associated to negative adaptation skills in children, which may eventually cause anxiety. Aim: To understand the association between parental acceptance and anxiety of class VII students SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid, Magelang in academic year 2018/2019. Method: This study was a non-experimental study with a cross-sectional and descriptive analytic design. The subjects were class VII students of SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid, Magelang. Parental acceptance was assessed using Indonesian version of Parental Acceptance and Rejection Questionnairre (PARQ). Anxiety was assessed using Indonesian version of Revised Childrens Manifest Anxiety Scale (RCMAS). Data were statistically analyzed using bivariate analysis and multivariate analysis. Significancies was defined at p < 0.05. Result: Anxiety was found in 23.92% of students of class VII SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid, Magelang. The average parental acceptance score was 99.40 ± 11.41. Result from bivariate analysis showed that there was significant correlation between parental acceptance and anxiety of students (Pearson correlation test, r = 0,412; p < 0,001). Multivariate analysis confirmed this finding and it was shown that the feeling of being accepted by parents might be a significant protective factor toward anxiety in class VII first year students SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Magelang (multiple logistic regression test, p = 0,001; wald = 11,169). Conclusion: There was significant correlation between parental acceptance and anxiety of students of class VII SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid, Magelang in academic year 2018/2019.
Kata Kunci : Penerimaan/penolakan orang tua, Remaja, Kecemasan, Boarding School, Parental acceptance/rejection, Adolescents, Anxiety