PENGARUH KONFLIK PEKERJAAN DAN KELUARGA TERHADAP PERILAKU KEWARGAAN ORGANISASIONAL
NADIA LUTFY SEPTIANA, Gugup Kismono, M.B.A., Ph.D.,
2019 | Tesis | Magister ManajemenMembangun sumber daya manusia (SDM) yang kompeten menjadi sangat penting dalam sebuah organisasi untuk dapat mencapai keunggulan kompetitifnya. Pemaksimalan SDM oleh organisasi guna mencapai efisiensi dapat dilakukan salah satunya melalui peningkatan Perilaku Kewargaan Organisasional (PKO). PKO mendorong pegawai untuk secara sukarela mengeluarkan upaya ekstra untuk membantu rekan kerja nya di dalam organisasi. Pegawai yang terlibat dalam konflik pekerjaan dan keluarga memiliki kemungkinan tidak dalam posisi untuk terlibat dalam PKO. Penelitian ini dilakukan untuk menguji dan menganalisis pengaruh konflik pekerjaan dan keluarga terhadap PKO. Sampel yang digunakan sebanyak 224 responden pegawai wanita di Indonesia dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan secara daring. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik pekerjaan-keluarga memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap PKO dengan nilai p-value 0,000 dan nilai beta -0,973 . Begitu pula dengan konflik keluarga-pekerjaan yang memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap PKO dengan nilai p-value 0,000 dan nilai beta -0,769.
Building competent human resources (HR) becomes very important in an organization to be able to achieve its competitive advantage. Maximizing HR by organizations to achieve efficiency can be done one of them through increasing Organizational Citizenship Behavior (OCB). OCB encourages employees to voluntarily spend extra efforts to help their coworkers in the organization. Employees involved in work and family conflict are likely not in a position to be involved in OCB. This research was conducted to test and analyze the effect of work and family conflict on OCB. The sample used was 224 female employee respondents in Indonesia with purposive sampling technique. Methods of collecting data using a questionnaire distributed online. Hypothesis testing is done using multiple linear regression. The results showed that work-family conflict had a significant negative effect on OCB with a p-value of 0.000 (p <0.05) and beta value of -0.973. Similarly, family-work conflicts have a significant negative effect on OCB with a p-value of 0.000 (p <0.05) and beta value of -0.769.
Kata Kunci : Konflik Pekerjaan dan Keluarga, Perilaku Kewargaan Organisasional, Work Family Conflict, Organizational Citizenship Behavior (OCB).