Taman Kanak-Kanak di Yogyakarta dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer
Krissanti Putrika Adiwijaya, Dr. Eng. Agus Hariyadi, ST., M.Sc.
2018 | Skripsi | S1 ARSITEKTURSeiring dengan perkembangan zaman, kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan terus meningkat. Hal ini juga berjalan seiringan dengan kesadaran para orang tua untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Pendidikan pada anak tentunya dimulai dari pendidikan informal di dalam keluarga dan kemudian berlanjut pada pendidikan formal di sekolah. Pendidikan anak usia dini adalah dasar utama dari pendidikan pada jenjang-jenjang berikutnya.Di Indonesia sendiri, angka partisipasi pendidikan pada jenjang Taman Kanak-Kanak meningkat setiap tahunnya. Namun tak seiring dengan peningkatan jumlah anak yang mengikuti program TK, jumlah TK yang memiliki sarana dan prasarana belajar/bermain yang memadai justru cenderung menurun setiap tahunnya. Pendidikan yang diterima oleh anak akan mempengaruhi karakter anak. Pendidikan yang dimulai dari usia dini akan meningkatkan nilai-nilai moral anak, fungsi motorik dan kognitif anak serta kemampuan sosial anak. Pengalaman yang diperoleh anak dari lingkungan, termasuk stimulasi yang diberikan akan mempengaruhi kehidupan anak dimasa yang akan datang (Slamet Suyanto, 2005: 5). Di Yogyakarta kini bermunculan Taman Kanak-Kanak berbasis alam, meskipun jumlahnya dirasa masih kurang. Kurikulum pada sekolah alam yang lebih mengutamakan pembangunan karakter siswa dirasa sesuai untuk pendidikan anak usia dini. Prinsip Arsitektur Kontemporer menurut Ogin Schirmbeck yang bercirikan (1) bangunan yang kokoh, (2) gubahan yang ekspresif dan dinamis, (3) konsep ruang terkesan terbuka, (4) harmonisasi ruangan yang menyatu dengan ruang luar, (5) memiliki fasad transparan, (6) kenyamanan hakiki, dan (7) eksplorasi elemen lansekap area yang berstruktur; diharapkan dapat mendukung pola pendidikan karakter yang ekspresif, kreatif, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan.
Along with the development of times, public awareness about the importance of education continues to increase. This also goes together with parents awareness to provide the best education for their children. Education for children certainly starts from informal education in family and then continues to formal education in school. Early childhood education is the main basis of education to the next levels. In Indonesia, the level of education participation in Kindergarten increases every year. But the number of kindergartens that have adequate facilities / infrastructure for learning / play tends to decrease every year. Early childhood education will affect the character of the child. Education that starts from early age will improve children's moral values, children's motoric-cognitive functions, and children's social abilities. Experience from the environment and social life will affect children's lives in the future (Slamet Suyanto, 2005: 5). In Yogyakarta, natural-based kindergartens have emerged, although the amounts are still lacking. Curricula in natural schools that prioritize student character development are considered appropriate for early childhood education. Design principles in Contemporary Architecture according to Ogin Schirmbeck which are characterized by (1) sturdy buildings, (2) expressive and dynamic compositions, (3) open space concepts, (4) harmonizing spaces that are integrated with outer space, (5) having transparent facades, (6) essential comfort, and (7) exploration of structured landscape elements; expected to be able to support the pattern of character education that is expressive, creative, independent and care about the environment.
Kata Kunci : arsitektur kontemporer, taman kanak-kanak, alam, karakter