EFEK EKSTRAK Gynura procumbens PADA KARSINOGENESIS KELENJAR MAMAE TIKUS YANG DIINDUKSI 7,12-DIMETHYLBENZ(a)ANTRASEN: KAJIAN ENZIMATIK DAN GENETIK
Iwan Sahrial Hamid, Prof. Sugiyanto, SU., Ph.D., Apt.
2010 | Disertasi | S3 Sain VeterinerKarsinogenesis adalah proses di mana kanker dibentuk, merupakan mekanisme multitahap yang dihasilkan dari akumulasi kesalahan pada pengaturan jalur vital, terjadi perubahan genetik sel nonnal menuju bentuk progresif dan akhimya menjadi malignant (ganas). Dasar perubahan selular yang menyebabkan terjadinya kanker adalah adanya perubahan basa DNA dari sel target yang biasa dikenal dengan mutasi (King, 2000). Telah dilakukan penehtian yang mengkaji tentang perubahan enzimatik dan genetik pada tikus galur Sprague Dawley yang di Induksi 7,12-Dimethylbenz(a)antrasen dan diberi kemopreventif Gynura procumbens). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan secara struktur makroskopis dan mikroskopis serta secara fungsional enzimatik GST, CYP1A1 pada hepar dan genetik p53 dan H-ras pada kelenjar mamae. Digunakan 96 ekor tikus betina galur Sprague Dawley umur 40 hari, dikelompokkan menjadi enarn kelompok perlakuan. Setiap kelompok perlakuan memerlukan 16 ekor tikus. Pengelompokan hewan percobaan meliputi : Kelompok I adalah kontrol positif pemberian DMBA 20 mglkg bb, kelompok II dan III adalah kelompok perlakuan ekstrak etanol G. procumbens 300 dan 750 mg/kg bb + DMBA 20 mg/kg bb, kelompok IV dan V adalah kelompok perlakuan hanya diberi ekstrak etanol G. procumbens 300 dan 750 mg/kg bb dan kelompok VI adalah kontrol negatif base line. Pengamatan dilakukan dalan tiga term, pertama pada akhir minggu ketiga terhadap ekspresi dan aktivitas GST dan CYP1A1 metode imunohistokimia pada organ hepar, kedua pada akhir minggu ke-11 terhadap ekspresi dan aktivitas GST dan CYP1A1 pada organ hepar serta terhadap ekspresi dan mutasi gen p53 dan H-ras pada organ kelenjar mamae dan terakhir pengamatan pada minggu ke-19 terhadap ekspresi dan aktivitas GST dan CYP1A1 pada organ hepar, serta pengamatan insidensi, multiplisiti nodul tumor dan mikroskopis pewarnaan HE dan AgNOR. Hasil pengamatan insidensi tumor pada pemberian ekstrak G. procumbens teljadi penurunan sebesar 50 %dan 25 % dan penurunan sebesar 73,68 %dan 52,63 % untuk multiplisiti tumor. Pengamatan histopatologis kelenjar mamae metode grading/staging menunjukkan grade I pada pemberian 300 mg/kg bb dan grade II pada pemberian 750 mg/kg bb serta grade III pada kontrol DMBA. Aktifitas proliferasi sel kelenjar mamae rendah pada pemberian ekstrak 300 mg/kg bb yaitu 1,25 ± 0,13 terjadi pada pemberian ekstrak 300 mglkg bb. Pada pemberian ekstrak G. procumbens 300 dan 750 mglkg bb terjadi peningkatan ekspresi dan aktivitas GST serta penurunan ekspresi CYP1A1, demikian pula terjadi penurunan ekspresi p53 dan H-ras mutan serta hambatan mutasi gen p53. Pemberian ekstrak G. procumbens 300 dan 750 mg/kg bb dapat mengharnbat karsinogenesis kelenjar mamae pada tikus Sprague Dawley. Terjadi peningkatan aktivitas dan ekspresi GST, menurunkan ekspresi CYPIAI, menurunkan ekspresi p53 dan H-ras mutan melalui kemampuan menghambat mutasi gen p53.
Kata Kunci : Gynura procumbens, karsinogenesis, kelenjar mamae, kajian enzimatik dan genetik