Laporkan Masalah

ANALISIS BIAYA USAHA MESIN DAN PRODUKTIVITAS SEBAGAI DASAR PERHITUNGAN BIAYA MESIN TOTAL RATA-RATA Dl PENGGERGAJIAN MESIN BRUMBUNG KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN SEMARANG

Muhammad Halim Fauzi, Haryanto, Soetjipto

1995 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Peningkatan konsumsi kayu oleh masyarakat baik kuantitas maupun ragamnya telah memacu pertumbuhan industri pengolahan kayu. Pada awalnya pemanfaatan kayu hanya berupa kayu gelondongan/log, kemudian karena perkembangan pengetahuan manusia kayu dimanfaatkan dalam aneka bentuk seperti sekarang. Dalam hal ini perhitungan biaya untuk menghasilkan suatu sortimen sangat penting dalam usaha memperhitungkan pendapatan dan laba yang akan diperoleh suatu perusahaan. Salah satu unsur biaya yang ikut menyusun biaya produksi adalah biaya usaha mesin (mechine rate) , yang merupakan unsur unsur biaya yang dikeluarkan oleh mesin per satuan waktu, baik biaya tetap (fixed cost)maupun biaya operasional (operating cost) . Dengan mengetahui biaya usaha mesin dan produktivitas suatu mesin, maka dapat dihitung biaya mesin total rata-rata (average total cost) dari suatu kegiatan dengan cara membagi biaya usaha mesin dengan produktivitasnya. Unsur penyusun biaya tetap mesin terdiri dari biaya penyusutan, bunga, pajak, asuransi dan tenaga kerja yaitu operator dan pembantu operator. Sedangkan unsur penyusun biaya operasional atau variabel adalah biaya bahan bakar, olie, pelumas dan biaya perbaikan, yang meliputi biaya penyediaan spare parts dan biaya pemeliharaan. Dengan demikian besar kecilnya biaya usaha mesin ditentukan oleh besar kecilnya unsur penyusun biaya tetap dan biaya variabel. Dari perhitungan biaya tetap dan variabel untuk mengetahui biaya usaha mesin, maka besar kecilnya biaya usaha mesin setiap unit mesin ditentukan oleh besar kecilnya kemampuan mesin tersebut. Produktivitas mesin berbeda-beda, untuk setiap jenis mesin dan jenis sortimen. Perbedaan produktivitas terjadi karena perbedaan waktu yang diperlukan untuk membentuk suatu sortimen. Perbedaan waktu dapat terjadi karena pengaruh beberapa faktor, diantaranya tujuan atau bentuk sortimen yang akan dihasilkan, manusia/operator, mesin, bahan baku dan lay-out penggergajian tersebut. Perhitungan biaya total rata-rata diperoleh dari hasil pembagian biaya usaha mesin dengan produktivitas mesin, dimana besarnya biaya usaha mesin untuk setiap unit mesin adalah tetap, sedangkan produktivitas mesin berbeda untuk sortimen yang berbeda, maka besarnya biaya total rata-rata tergantung pada produktivitas sortimen yang dihasilkan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di PGM Brumbung, dengan asumsi rendemen setiap mesin rata-rata 8Q %, diketahui biaya total rata-rata sortimen adalah Rp 15.610,68/m .

Kata Kunci : Analisis biaya, usaha mesin, penggergajian

  1. S1-FKT-1995-67138-abstract.pdf  
  2. S1-FKT-1995-67138-bibliography.pdf  
  3. S1-FKT-1995-67138-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKT-1995-67138-title.pdf