IRI TERHADAP POSTINGAN KESUKSESAN DI MEDIA SOSIAL PADA MAHASISWA YANG DEPRESI
SCARLETT AZARIA S, Avin Fadilla Helmi, Dr., M.Si.
2019 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIMedia sosial dapat membawa dampak negatif pada penggunanya, salah satunya adalah timbulnya rasa iri. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi tingkatan rasa iri, antara lain depresi. Beberapa temuan dalam penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa rasa iri pada individu yang depresi lebih tinggi daripada individu yang tidak depresi. Peneliti menggunakan stimulus dan skala pengukur rasa iri yang disebar secara daring untuk mengukur rasa iri subjek terhadap tokoh dalam postingan yang digunakan sebagai stimulus. Subjek penelitian sebanyak 91 orang (60 perempuan dan 31 laki-laki) mahasiswa program sarjana berusia 18-24 tahun. Subjek mengisi skala pengukuran rasa iri beserta skenario yang disebar secara daring. Pertama, subjek diminta membaca cerita yang terkait dengan sebuah gambar postingan, kemudian menjawab pertanyaan cek manipulasi sesuai dengan pemahaman subjek mengenai cerita tersebut. Setelahnya, subjek menjawab beberapa pertanyaan yang ditujukan untuk mengukur rasa irinya terhadap tokoh dalam postingan tersebut beserta beberapa informasi seperti usia dan IPK subjek. Data dianalisis menggunakan independent sample t-test. Hasil olah data menunjukkan ada perbedaan signifikan antara tingkatan rasa iri pada subjek dengan kecenderungan depresi dan tanpa kecenderungan depresi (t = -3,085; sig 2-tailed = 0,003). Kata kunci: Iri, depresi, postingan kesuksesan, media sosial
Social media can have many negative effects towards its users, one of them being envy. There are many factors that contribute to the level of envy, and among those is depression. Previous research has found that depressed individuals have a tendency to have higher envy than healthy individuals. This paper uses stimuli coupled with envy scale ratings to calculate the subjects "level" of envy when viewing social media posts and the characters in the stimuli. The subjects are 91 undergraduate students(60 females and 31 males), ranging from 18-24 years of age. First the subject would read the background of the post(stimuli) and the user attributed to the post and answer manipulation check question in regards to their understanding of it. Then they would be given other info, such as age and GPA, finally answering questions regarding their "level" of envy. The data is analyzed using independent t-test. Results indicate that there is a significant difference in envy levels between individuals with depressive tendencies and individuals without those tendencies (t = -3,085; sig 2-tailed = 0,003). Key words: envy, depression, success stories, social media
Kata Kunci : Iri, depresi, postingan kesuksesan, media sosial