URBANISASI SPASIAL, SOSIO-EKONOMI DAN LEGAL DI KELURAHAN WIROKERTEN, PINGGIRAN KOTA YOGYAKARTA
MUHAMMAD AZHAR FAQIH, Prof. Ir. Sudaryono, M.Eng., Ph.D
2019 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTARINGKASAN Kelurahan Wirokerten merupakan wilayah perdesaan di pinggiran Kota Yogyakarta. Munculnya klaster-klaster perumahan di kawasan pertanian mengindikasikan adanya alihfungsi lahan pertanian ke permukiman yang didefinisikan sebagai fenomena urbanisasi spasial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena ini melalui sudut pandang penghuni klaster. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-fenomenologi dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur ditambah observasi langsung kenampakan spasial desa. Sampel penelitian terdiri dari 6 narasumber, 2 ketua RT penghuni kluter, 2 warga kluter, dan 2 pegawai di kelurahan. Hasil penelitian mengungkap 3 konsep dasar yang menggambarkan fenomena urbanisasi di Kelurahan Wirokerten. Konsep pertama adalah faktor-faktor pemicu urbanisasi, yaitu keterjangkauan lahan sebagai faktor ekonomi, serta kemudahan akses ke kota dan fasilitas-fasilitas perkotaan sebagai faktor spasial. Konsep kedua adalah jenis urbanisasi yang terjadi secara spasial dan sosial. Urbanisasi spasial ditandai dengan beralihfungsinya lahan pertanian ke klaster-klaster perumahan. Urbanisasi sosial ditandai dengan masuknya pendatang dengan karakteristik sosial kekotaan dan hidup berdampingan dengan masyarakat lokal. Konsep ketiga yaitu implikasi-implikasi urbanisasi dalam aspek legalitas, lingkungan, dan sosial. Implikasi legalitas dilihat dari indikasi masalah prosedural pengalihfungsian lahan pertanian ke pekarangan yang tidak sesuai dengan peta pemanfaatan lahan. Implikasi legalitas juga berhubungan dengan implikasi lingkungan karena alih fungsi lahan berdampak pada terganggunya sistem irigasi sawah sekitar klaster yang berpotensi menurunkan produktivitas lahan. Implikasi sosial adalah konsekuensi dari urbanisasi sosial yaitu terciptanya dualitas ekosistem atau tercampurnya karakter sosial masyarakt desa yang kental dengan budaya gotong royong dengan pendatang yang cenderung individualis. Kata Kunci: Urbanisasi, Spasial, Sosio-Ekonomi, Legal, Wirokerten, Pinggiran Kota Yogyakarta
ABSTRACT Wirokerten district is located in southern part of Yogyakarta peri-urban areas. The existence of housing clusters in Wirokerten arable lands indicates the event of land conversion from agricultural to residential which defined as spatial urbanization phenomenon. This study aims to extract the substance of this phenomenon through empirical knowledge of the interviewers and later presented in an in-depth descriptive form. This study was conducted using qualitative, semi-structured interview methodology. The study sample consisted of 6 respondents from various backgrounds. Data was collected using audiotaping device, transcribed, and analyzed. Three major concepts emerged from 49 information units, consisted of (1) spatial-economic triggering factors of urbanization, (2) social and spatial urbanization, (3) social, environment, and legal implications of urbanization. Strategic location and highly affordable rural lands contributed as triggering factors of spatial urbanization. The occurrence of housing clusters interpreted as spatial urbanization phenomenon followed by social urbanization. The social aspect is perceived through social dichotomy among newcomers and local folks. Newcomers who lived inside residential clusters often frowned upon due to individualistic preferences in social engagement with local folks. They tend to ignore local norms concerning on how to live as a villager. Legal implication suggested procedural issues in land conversion legitimation process which supervene environmental complications. The event of land conversion from agricultural to housing clusters is incidental, not in accordance with land use policy and compromised irrigation system encircling the converted areas which later rise up a new issue of decreased farmland productivity. Keywords: Urbanization, Spatial, Socio-Economic, Legal, Wirokerten, Yogyakarta Peri-Urban Areas
Kata Kunci : Urbanisasi, Spasial, Sosio-Ekonomi, Legal, Wirokerten, Pinggiran Kota Yogyakarta