Dinamika Optimisme Penyandang Disabilitas yang Menjadi Disabilitas Pascalahir
YESICA NURZAMAN, Sofia Retnowati, Prof. Dr., MS., Psikolog
2019 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIBanyak masyarakat berasumsi bahwa peningkatan jumlah penyandang disabilitas hanya terjadi pada kelahiran baru. Padahal, menjadi penyandang disabilitas adalah kemungkinan yang dimiliki setiap orang di segala usia. Penyandang disabilitas baru cenderung mengalami fluktuasi emosi sebelum akhirnya dapat menerima diri secara utuh. Optimisme menjadi variabel psikologi yang penting untuk dimiliki karena membantu individu dalam menerima kondisi fisik dan mengharapkan hal baik di masa mendatang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dinamika pembentukan optimisme penyandang disabilitas baru setelah melewati pengalaman krisis. Responden penelitian berjumlah dua orang yang sedang mengembangkan ataupun telah mencapai optimisme. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan teknik analisis data Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara pada responden dan significant others. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden pertama telah mencapai optimisme, sedangkan responden kedua masih mengembangkan optimisme karena terhambat oleh stigma negatif terhadap difabel.
Many people assume that the increasing amount of disabilities only happen in new born generation. Whereas everyone has an opportunity to have disabilities. People whose disability that is caused by accident likely experience emotional fluctuation before they could accept themselves as they are. Optimism is an important psychology variable to have since it helps people with disability to achieve self-acceptance and to hope for the best. The purpose of current study was to determine the dynamics of optimism of people with disability after they went through the accident. Participants were two persons with disabilities who are still in the process or who have been optimist. The research method uses phenomenological qualitative approach with Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) as data analysis. The data was collected through interviews with participants and their significant others. The result showed that the first participant has been optimist whilst the second participant has been developing optimism because she is hampered by negative stigma.
Kata Kunci : disabilitas, pascalahir, optimisme