Laporkan Masalah

Kelayakan Finansial Pengelolaan Hutan Pola Agroforestri di Hutan Pangkuan Desa Karangbendo RPH Sumberingin BKPH Rejotangan KPH Blitar

YASISCA RESTY CHRISN, Slamet Riyanto S.Hut., M.Si

2019 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Hutan Pangkuan Desa (HPD) Karangbendo merupakan bagian dari RPH Sumberingin yang menerapkan program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dengan agroforestri tanaman nanas dan pepaya di bawah tegakan sengon. Pembangunan agroforestri merupakan kegiatan investasi yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan, oleh karenanya diperlukan analisis finansial untuk mengetahui apakah agroforestri layak untuk dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi klasifikasi pola agroforestri nanas dan pepaya yang telah diterapkan dan mengevaluasi kelayakan finansial penerapan pola agroforestri nanas dan pepaya di bawah tegakan sengon di HPD Karangbendo. Data keragaman pola agroforestri diperoleh dengan inventarisasi lapangan menggunakan simple random sampling dengan IS 5% dan petak ukur seluas 0,1ha yang berbentuk persegi panjang. Data biaya dan pendapatan usaha tani diperoleh melalui wawancara terhadap 33 petani hutan, terdiri dari 22 petani hutan yang menanam nanas dan 11 petani hutan yan menanam pepaya. Analisis klasifikasi agroforestri dianalisis menggunakan metode deskriptif, yaitu dengan membandingkan pengamatan di lapangan dengan klasifikasi agroforestri yang mengacu pada Mahendra (2009), Napoleon (1981), dan Nair (1989). Kelayakan finansial dianalisis menggunakan kriteria investasi yaitu Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), dan Internal Rate of Returns (IRR) dengan periode analisis selama daur tegakan sengon (6 tahun). Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Klasifikasi pola agroforestri sengonnanas dan sengon-pepaya di HPD Karangbendo berdasarkan komponen penyusunnya termasuk agrisilviculture, berdasarkan pengaturan tata ruang tumbuh adalah alternate rows, dan berdasarkan orientasi ekonominya adalah termasuk sistem agroforestri komersial. 2) Hasil analisis berdasarkan kriteria investasi (NPV,BCR,IRR) pada seluruh entitas, kegiatan agroforestri sengonnanas dan sengon-pepaya di HPD Karangbendo secara finansial layak untuk diterapkan.

Hutan Pangkuan Desa (HPD) Karangbendo is part of the RPH Sumberingin that implements a program of Community-Based Forest Management (PHBM) with pineapple and papaya agroforestry under Sengon stands. The development of agroforestry is an investment activity that aims to make a profit, therefore financial analysis is necessary to find out whether agroforestry is feasible or not. This study aims to identify the classification of pineapple and papaya agroforestry patterns and to evaluate the financial feasibility of agroforestry practices that have been applied in HPD Karangbendo. The variants of agroforestry patterns data were obtained by field inventory using simple random sampling with sampling intensity of 5% and 0.1 ha rectangular plots. Data of farming cost and revenue were obtained by interviewing 33 forest farmers, that consists of 22 forest farmers who cultivate pineapple and 11 forest farmers who cultivate papaya under sengon stand. Agroforestry classification analysis was analyzed by using descriptive methods by comparing observations in the field with the standart agroforestry classification referred to Mahendra (2009), Napoleon (1981), and Nair (1989). Financial feasibility was analyzed by using investment criteria, they are Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), and Internal Rate of Returns (IRR) with the analysis period during the Sengon stand rotation (6 years). The results of this study are: 1) Sengon-pineapple and sengon-papaya agroforestry patterns in HPD Karangbendo based on its components are included into agrisilviculture, based on its spatial arrangement are included into alternate rows pattern, and based on its economic orientation included into commercial agroforestry systems. 2) The results of the analysis based on investment criteria (NPV, BCR, IRR) in all entities, sengon-pineapple and sengon-papaya agroforestry activities in HPD Karangbendo are financially feasible to implement

Kata Kunci : Hutan Pangkuan Desa, Agroforestri, Sengon, Kelayakan Finansial, IRR, BCR,NPV;Hutan Pangkuan Desa, Agroforestry, Sengon, Financial Feasibility, IRR, BCR, NPV

  1. S1-2019-366489-Abstract.pdf  
  2. S1-2019-366489-Bibliography.pdf  
  3. S1-2019-366489-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-366489-Title.pdf