PROBLEM SOLVING PENYUSUTAN DAN PENGELOLAAN REKAM MEDIS INAKTIF DI RSUD KRT SETJONEGORO WONOSOBO
SYAIKHAH RIZQI, Nuryati, S.Far., M.P.H.
2019 | Tugas Akhir | D3 REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATANLatar belakang: Berdasarkan studi pendahuluan di RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo, diketahui bahwa retensi rekam medis rawat jalan adalah satu tahun dan rawat inap dua tahun karena keterbatasan rak penyimpanan. Hal tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 269 tahun 2008 yang mengatur bahwa masa retensi rekam medis rawat inap adalah lima tahun. Begitu pula dengan Surat Edaran Dirjen Pelayanan Medik Nomor HK.00.06.1.5.01160 tahun 1995 yang menyatakan bahwa rekam medis inaktif adalah berkas yang sudah disimpan minimal selama lima tahun. Tujuan: Mengidentifikasi permasalahan dan upaya penyelesaian masalah pada pelaksanaan penyusutan dan pengelolaan berkas rekam medis inaktif di RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil: Penelitian ini memberikan hasil bahwa terdapat beberapa permasalahan dalam pelaksanaan penyusutan dan pengelolaan rekam medis inaktif di RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo. Penyebab masalah diantaranya, beban kerja yang dirasa berat, kurangnya anggaran, terbatasanya sarana dan prasarana, belum sempurnanya SIMRS, tidak adanya SPO Penyusutan, dan tidak adanya pemeliharaan rekam medis inaktif. Beberapa alternatif solusi untuk permasalahan, yaitu perhitungan Analisis Beban Kerja (ABK) Kesehatan, perencanaan anggaran pengajuan sarana dan prasarana, penyempurnaan SIMRS, penyusunan SPO Penyusutan, pembuatan buku register rekam medis inaktif. Kesimpulan: Setelah dilakukan diskusi dengan kepala rekam medis, didapatkan solusi terbaik, yaitu penyusunan SPO Penyusutan dan perancangan buku pencatatan rekam medis inaktif. Rencana tindakan yang dilakukan adalah pembuatan draf SPO Penyusutan dan draf rancangan buku pencatatan rekam medis inaktif. Kata kunci: problem solving, penyusutan, rekam medis inaktif
Background: Based on a preliminary study in RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo, it was found that retention of outpatient medical records was one year and retention of inpatient medical records was two years due to the limitations of storage shelves. This is not in accordance with the Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 269 tahun 2008 which regulates that the retention period of inpatient medical records is five years. Similarly, the Surat Edaran Dirjen Pelayanan Medik Nomor HK.00.06.1.5.01160 tahun 1995 states that inactive medical records are files that have been kept for a minimum of five years. Objective: Identify problems and efforts to solve problems in the implementation of disposition and management of inactive medical records in RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo. Methods: The type of research used is descriptive research with a qualitative approach with a case study design. The data collection technique is done by interview, observation, and documentation study. Results: This research provides results that there are several problems in the implementation of disposition and management of inactive medical records in the RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo. The causes of the problem include the perceived heavy workload, lack of budget, limited facilities and infrastructure, incomplete SIMRS, absence of standar operating procedures of disposition, and lack of maintenance of inactive medical records. Some alternative solutions to problems, namely the calculation of health workload analysis, budget planning for submission of facilities and infrastructure, improvement of SIMRS, creating the standar operating procedures of disposition, making inactive medical record register books. Conclusion: After discussions with the head of the medical record department, the best solution chosen is creating the standar operating procedures of disposition and make the design of inactive medical record recording books. The planned action taken is the drafting of the standar operating procedures of disposition and the draft book for recording inactive medical records. Keywords: problem solving, disposition, inactive medical records
Kata Kunci : problem solving, penyusutan, rekam medis inaktif