Laporkan Masalah

Efektivitas Pendampingan Bina Keluarga Lansia (BKL) melalui Program Kegiatan Lansia Tangguh dalam Upaya Peningkatan Taraf Hidup (Studi Bina Keluarga Lansia di Dusun Blendung, Desa Sumbersari, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta)

NATALIA NILAM M.S, Dra. Agnes Sunartiningsih, M.S.

2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Tingginya angka harapan hidup kelompok lansia di Indonesia menjadi sebuah polemik tersendiri. Pasalnya banyaknya penduduk lansia tidak sebanding dengan upaya pemberdayaan dan pelayanan sosial yang tersedia, sehingga menimbulkan ketergantungan bagi masyarakat lansia. Oleh karena itu, BKKBN membentuk BKL (Bina Keluarga Lansia) sebagai organisasi sosial yang mempunyai komitmen untuk memberikan pelayanan terhadap lansia, khususnya sebagai wadah guna membentuk lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif agar dapat meningkatkan taraf hidup lansia tersebut. Pendampingan dalam setiap kegiatan di BKL merupakan salah satu upaya pemberdayaan lansia. Melalui berbagai program kegiatan lansia guna mendorong lansia untuk dapat produktif dan mandiri. Evaluasi dalam berbagai aktivitas program kegiatan merupakan upaya untuk mengetahui seberapa jauh efektivitas dan keberhasilan program kegiatan tersebut. Antara lain seberapa besar dampak dan kebermanfaatan pendampingan dari suatu program kegiatan kepada masyarakat lansia, serta melihat capaian program kegiatan yang telah dilaksanakan dengan target tujuan, kaitannya dengan upaya peningkatan taraf hidup lansia. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, guna mengetahui efektivitas pendampingan BKL terhadap program kegiatan lansia melalui dampak dan keberhasilan program tersebut. Penelitian ini dilakukan di Dusun Blendung, Desa Sumbersari, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pengambilan sampel secara Purposive Sampling dengan unit analisis yang dikerucutkan kepada BKL (Bina Keluarga Lansia) di Dusun Blendung, antara lain informan yang dianggap berperan aktif dalam BKL yakni ketua BKL, kader/pendamping, lansia yang tergabung dalam BKL serta kepala dusun. Metode pengumpulan data yang digunakan antara lain observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini menemukan bahwa pendampingan BKL Mugi Waras yang telah dilaksanakan berjalan secara efektif. Hal ini dibuktikan dengan melihat dampak dan keberhasilan program melalui indikator tujuh dimensi lansia tanguh yang dilihat dari dampak serta proses dan hasil pendampingan yang dilakukan. Penerimaan masyarakat dan pemerintah serta perkembangan dan pemberdayaan masyarakat lansia juga dikatakan baik, hal ini dibuktikan dengan program kegiatan lansia yang telah cukup mampu membantu para lansia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, sekaligus menjadikan lansia produktif, mandiri dan tidak perlu bergantung pada orang lain. Hal ini menjadi wujud tercapainya peningkatan taraf hidup lansia diukur melalui tujuh bidang kegiatan. Diharapkan dengan berkembangnya BKL ini, lansia menjadi lebih inovatif dan menjadi inspirasi bagi lansia lainnya, keluarga, bahkan masyarakat. Selain itu, pemerintah dapat menaungi dan memfasilitasi pengembangan dan pemberdayaan lansia yang ada demi meningkatkan taraf hidup lansia guna mewujudkan suatu kesejahteraan sosial masyarakat.

The high number of life expectancy of the elderly in Indonesia becoming a separate polemic. Furthermore, the unbalance between amount of elderly and empowerment attempts and social services provided raised as a problem, this then generating elderly dependecy. Therefore, BKKBN formed BKL (Bina Keluarga Lansia) as a social organization that committed in providing services to the elderly, especially to form healthy, independent, active and productive elderly group in order to improve the standard of living of them. Mentoring in every activity at BKL seen as one of the efforts to empower the elderly. Through various programs they tend to encourage the elderly to be more productive and independent. Evaluation in various activities of the program is an effort to find out how far the effectiveness and success of the program. Such as, how much the impact and usefulness of assistance from an activity program to the elderly community, as well as seeing the achievements of the program that have been carried out with the target objectives, related to efforts to improve the standard of living of the elderly. Research of this thesis was conducted using descriptive qualitative research methods, in order to determine the effectiveness of BKL assistance to elderly programs through the impact and success of the program. This research was conducted in Blendung Hamlet, Sumbersari Village, Moyudan District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta. Author used Purposive Sampling with an analysis unit that was purified to the BKL (Bina Keluarga Lansia) in Blendung Hamlet, including informants who were considered to play an active role in the BKL, namely the BKL chairperson, the deputy/assistant, elderly who were members of the BKL and hamlet heads. Data collection methods used here was using observation, interviews and documentation. As the results of this study, it was found that the BKL Mugi Waras assistance had been carried out effectively. It was then proven by looking at the impact and success of the program through seven dimension indicators of firm elderly, seen from the impact and the process and results of the assistance which has been carried out. The society and government acceptance as well as the development and empowerment of the elderly community was also decorous, proven by the elderly programs that have been able to help the elderly in fulfilling their daily needs, while making productive and independent, as they would not need to depending on others. This demonstrated as improvement in the living standard of the elderly measured through seven fields of activity. In hope that with development of this BKL, the elderly will become more innovative and could inspire other elderly people, families, and even the community in general. Over and above, the government could protect and facilitate the development and empowerment of existing elderly community to improved their living standard in order to embodied the society's social welfare.

Kata Kunci : lansia, pendampingan, Bina Keluarga Lansia, taraf hidup

  1. S1-2019-384238-abstract.pdf  
  2. S1-2019-384238-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-384238-tableofcontents.pdf  
  4. S1-2019-384238-title.pdf