PENGARUH ATURAN KAWASAN CAGAR BUDAYA JERON BETENG KRATON YOGYAKARTA TERHADAP STRATEGI MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN RUANG KAWASAN
MUHAMMAD IBNU ADHI C, M. Sani Roychansyah ST., M.Eng., D.Eng.
2019 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAKota Yogyakarta memang dikenal akan budaya yang cukup banyak, salah satunya adalah Kraton Yogyakarta. Pada zaman dahulu permukiman yang ada di Jeron Beteng Kraton Yogyakarta merupakan permukiman yang diperuntukkan masyarakat yang ada kaitannya dengan Kraton Yogyakarta. Namun pada saat ini seiring berjalannya waktu permukiman ini berganti kepemilikan secara turun menurun maupun diperjualbelikan. Permukiman Jeron Beteng Kraton Yogyakarta ini juga menjadi sebuah permukiman Cagar Budaya. Sehingga permukiman ini memiliki aturan tersendiri dan berbeda dengan permukiman permukiman yang lain. Dari hal tersebut maka masyarakat yang saat ini tinggal dalam permukiman Jeron Beteng Kraton Yogyakarta memiliki hambatan, tantangan, maupun strategi yang dimilikinya dalam tinggal di permukiman tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Deduktif-Kualitatif dengan menggunakan beberapa teori-teori yang terkait serta peraturan-peraturan yang berkaitan dengan permukiman Cagar Budaya dan melakukan observasi maupun wawancara secara langsung saat di lapangan.Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana perkembangan dan perubahan kondisi permukiman Jeron Beteng Kraton Yogyakarta yang memang pada saat ini ada beberapa masyarakat pendatang yang masuk tinggal di permukiman ini. Selain itu juga terdapat beberapa masyarakat yang merubah rumahnya menjadi tempat tinggal maupun tempat usaha (mixuse) karena suatu kebutuhan keluarga. Selanjutnya bagaimana pengaruh peraturan-peraturan yang terkait terhadap perubahan yang ada, masih terdapat beberapa pelanggaran namun tindakkan untuk mengatasi pelanggaran masih sangat kurang. Dengan demikian peraturan yang ada masih kurang tegas dan padahal masyarakat yang melanggar peraturan sudah siap menerima resiko yang ada. Sedangkan strategi masyarakat yang digunakan dalam tinggal di permukiman ini hampir secara keseluruhan menggunakan Strategi Adaptasi by Adjustment yaitu perilaku yang menyesuaikan lingkungan.
The city of Yogyakarta has been known for its richness of culture and one of it is Kraton Yogyakarta - The Kingdom of Yogyakarta.A long time ago, there was a neighborhood made specifically for residents who were related to the Kraton Yogyakarta and it is called Jeron Beteng Kraton Yogyakarta. However, as the time goes by, the ownership of Jeron Beteng housing have been exchanged from generation to generation and most of it are sold to the outside parties. The neighborhood of Jeron Beteng Kraton Yogyakarta have been categorized as Cagar Budaya or preservable culture in which it has its unique rules compared to other neighborhood. Hence, those who live in Jeron Beteng Kraton Yogyakarta face some challenges, hurdles, and thus, need a well-planned strategy. This research use deductive-qualitative method with theories related to the residential of Cagar Budaya and conducted both observations and field interviews. The result of this research showed how Jeron Beteng Kraton Yogyakarta have developed and transformed into a residential with outsiders able to live there. Moreover, there are several residents who transformed their houses into business-related places (mixuse) driven by family needs. The next step is about how the rules applied to this residential in adapting to the dynamic changes of its surroundings. There are several findings of violation towards the rules, however there are lack of action in giving a proper consequences on it. Therefore, it indicates that the rules are not well-applied even though those who violate it do not mind to take the consequences. On the other hand, the strategy used by most of the residents is adaptation strategy by adjustment which refers to a behavior adjustment towards their surroundings.
Kata Kunci : Permukiman Cagar Budaya Jeron Beteng Kraton Yogyakarta, peraturan permukiman Cagar Budaya, Strategi masyarakat.