Analisis Strategi Bisnis Paraxylene dan Benzene (Produk Petrokimia Pertamina)
ARIEF, Eman Salman, Dr. Ertambang Nahartyo, M.Sc,
2008 | Tesis | Magister ManajemenSampai dengan tahun 2005 kebutuhan produk Paraxylene dan Benzene domestik dipasok oleh Pertamina yaitu Kilang Paraxylene Cilacap, adapun kekurangannya diimpor. Pada bulan Maret tahun 2006, di Indonesia tepatnya di Tuban Jawa Timur telah beroperasi kilang sejenis yang juga memprodu ksi Paraxylene dan Benzene yaitu PT. TPPl (Trans-Pacific Petrochemicallndotama). Dengan telah beroperas inya PT. TPPl mulai Maret tahun 2006, sebagian kebutuhan Paraxylene dan Benzene domestik juga dipasok oleh TPPl di samping oleh Kilang Paraxylene Cilacap. Pertamina yang selama ini merupakan satu-satunya pemasok domestik, saat in i harus bersaing dengan PT. TPPI Tuban, walaupun Pertamina memiliki share sej umlah 15 % terhadap perusahaan tersebut. Permasalahannya bagaimana strategi bisnis Paraxylene dan Benzene yang perlu diterapkan Pertamina dalam meningkatkan customer value menghadapi persaingan dan perkembangan bi snis ini. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran tentang bisnis Paraxylene dan Benzene saat ini, isu-isu strategis serta posisi Pertamina dalam menghadapi persaingan pada industri Paraxylene dan Benzene yang selanjutnya dapat digunakan untuk menyusun suatu acuan dalam mengambil langkah pencapaian strategis jangka pendek dan jangka panjang bisnis Paraxylene dan Benzene Pertamina. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metodologi yang meliputi analisis Visi & Misi, anali sis eksternal (analisis lingkungan industri, analisis kompetisi & industri yang meliputi Five Forces Analysis, Driving Force, Key Success Factor) serta analisis internal (strategi yang sedang berjalan, kekuatan dan kelemahan perusahaan). Selanjutnya dilaku kan identifikasi penyebab isu strategis yang dihadapi perusahaan sebagai dasar untuk menentukan agenda tindakan strategis perusahaan. Hasil anali sis menunjukkan bahwa daya tarik industri Paraxylene dan Benzene masih relatif tinggi walaupun persa ingan saat ini meningkat. Penel itian juga menunjukkan bahwa Visi, Misi, Tujuan dan Strategi Pertamina relatif sudah baik. Namun bila kondi si saat ini tidak ditingkatkan, Pertamina akan tertinggal oleh meningkatnya persaingan pada bisnis Paraxylene dan Benzene ini . Langkah yang paling efektif dan memungkinkan bagi Pertamina adalah memperkuat nilai-nilai sudah baik yang ada pada Pertamina dan selanjutnya meningkatkan keunggulan dalam bersaing secara berkelanjutan seperti dalam bidang pemasaran, operasional, sumber daya manusia, penelitian, pengembangan dan organisasi. Kata kunci : strategi, keunggulan bersaing, isu strategis.
Until year 2005 domestic Paraxylene and Benzene product demands are supplied by Pertamina, i.e. Cilacap Paraxylene Plant, and the shortage is imported. On March year 2006, in Tuban, East Java, Indonesia a similar type of plant has operated and also produced Paraxylene and Benzene-PT. TPPI (Trans-Pacific Petrochemical lndotama). With PT.TPPI operating, starting on March 2006, some of domestic Paraxylene and Benzene demands are also supplied by TPPI besides by Cilacap Paraxylene Plant. Pertamina, having been the sole domestic supplier all this time, at the moment would have to compete with PT. TPPT Tuban, eventhough Pertamina owns 15% share of the company. The problem is what strategy on Paraxylene and Benzene business for Pertamina to apply in order to increase customer value when facing competition and development of this business. The goal of the research is to give description about the current Paraxylene and Benzene business, strategic issues and Pertamina position when encountering competition on Paraxylene and Benzene industry. Tn the future it could be use to compose reference on taking steps for short term and long term achievement in Pertamina Paraxylene and Benzene business. In this research, the writer applied methodology that consists of Vision & Mission analysis, external analysis (industrial environment analysis, competition & industry analysis consisting Five Forces Analysis, Driving Force, Key Success Factor) and internal analysis (current strategy, strengths and weaknesses of the company). Next to be done is identification for the cause of strategic issue faced by company as the ground to determine the agenda of company's strategic action. Result of analysis showed that the appeal of Paraxylene and Benzene industry is still relatively high even though at the moment, the competition increases. Research also showed that Vision, Mission, Aim and Strategy of Pertamina are already relatively good. However if the current condition is not improved, Pertamina will get left behind by the rise of competition on this Paraxylene and Benzene business. Most effective and viable step for Pertamina is to strengthen the good values already present on Pertamina and to then enhance competitive advantage continuously such as on areas of marketing, operational, human resources, research, development, and organization. Keywords: strategy, competitive advantage, strategic issue.
Kata Kunci : strategi, keunggulan bersaing, isu strategis.