Komunikasi Positif pada Pendidikan Anak Usia Dini (Studi Kasus Penerapan Komunikasi Positif dalam Proses Belajar-Mengajar di KB Adzkia Banjarnegara)
WINDY PERMATA LUVIAN, Dr. Dian Arymami, S. I. P., M. Hum
2019 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASIDalam pendidikan anak usia dini, komunikasi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebab memiliki peran penting dalam tumbuh kembang mereka. PAUD sebagai salah satu lembaga pendidikan non formal menjadi salah satu wadah yang membentuk anak lewat proses belajar-mengajar di mana komunikasi guru dan siswa terjadi. Kelompok Bermain (KB) Adzkia Banjarnegara menerapkan apa yang disebut dengan komunikasi positif dalam mengimplementasikan segala kegiatan belajar-mengajar yang disusun dalam kurikulum dengan berdasar pada Permendikbud no. 146 tahun 2014. Penerapan komunikasi positif tersebut selanjutnya ditinjau menggunakan 7 Model Komunikasi Positif yang dikemukakan oleh Julien C. Mirivel (2014) yang akan dianalisis dengan melihat pada jenis komunikasi tindak tutur yang disampaikan Austin (1962) dan Searle (1969). Dengan metode studi kasus, peneliti mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara kepada 4 orang guru yang menjadi wali kelas dari 4 kelompok siswa yang dikategorikan berdasarkan rentang usia. Dari pengumpulan data tersebut, selanjutnya didapatkan hasil bahwa KB Adzkia Banjarnegara mengaplikasikan 7 Model Komunikasi Positif tersebut dalam kegiatan belajar-mengajarnya. Ketujuh model tersebut di antaranya kegiatan bertegur sapa untuk menciptakan kontak, kegiatan bertanya sebagai cara untuk mengenal lebih dalam pribadi orang lain, pemberian pujian positif sebagai cara memberikan apresiasi terhadap hasil yang diraih oleh siswa, pengungkapan syukur sebagai wujud apresiasi serta upaya dalam memperdalam hubungan antarpihak, bersedia menjadi pendengar yang baik, serta menjadi contoh yang mampu memberikan inspirasi serta motivasi kepada diri orang lain.
In early childhood education, communication is one thing that needs to be considered important in children's growth and development. Early childhood education as the one of non-formal education institution becomes the agent that shapes the child through the teaching-learning process where teacher and student communication takes place. Adzkia Banjarnegara Play Group (KB) applies what is called positive communication in implementing all teaching and learning activities that have been compiled in the school curriculum based on Permendikbud No.146 2014. The application of positive communication is then reviewed by using 7 Positive Communication Models proposed by Julien C. Mirivel (2014) which will be analyzed by looking at the type of speech acts delivered by Austin (1962) and Searle (1969). By using the case study method, researcher collected data through observation and interviews with 4 teachers who became homerooms from 4 groups of students categorized by age range. From the data collection, the result found that KB Adzkia Banjarnegara applied the 7 Positive Communication Models in their teaching and learning activities. The seven models include activities such as, greetings to create contacts, asking questions as a way to get to know people more, giving positive praises as a way of appreciating the results achieved by students, showing gratitude as a form of appreciation and effort in deepening relationships between parties, willing to be a good listener, as well as being an example that is able to provide inspiration and motivation to others.
Kata Kunci : pendidikan, dini, komunikasi, positif, tindak, tutur