Peran Faktor Motivator dan Efikasi Diri terhadap Burnout pada Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit
Safira Dhea Puspita, Wahyu Jati Anggoro, S.Psi., M.A
2019 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran faktor motivator dan efikasi diri terhadap burnout pada tenaga kesehatan di rumah sakit. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan Maslach Burnout Inventory yang dialihbahasakan oleh Dedju (2009). Variabel Faktor Motivator diukur menggunakan skala milik Herzberg yang dialihbahasakan oleh Pontoh (2009) dan dimodifikasi oleh Annur (2015). Variabel efikasi diri diukur menggunakan skala milik Prasetyarini (2017). Subjek pada penelitian ini berjumlah 103 subjek. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda, yang menunjukkan bahwa faktor motivator dan efikasi diri secara bersaamaan berperan terhadap burnout (p<0,001) dengan sumbangan efektif sebesar 71,9% (R2=0,719). Secara parsial, faktor motivator memiliki sumbangan efektif sebesar 5,3% dan efikasi diri memberikan sumbanan efektif sebesar 66,6%.
This research aims to investigate the role of motivators and self-efficacy to burnout on medical staff in hospital. Total 103 subjects completed a self-report questionnaire which consists of: Maslach Burnout Inventory translated by Dedju (2009), Herzberg scale to measure Motivators translated by Pontoh (2009) and modified by Annur (2015) and Self-Efficacy Scale by Prasetyarini (2017). The result of multiple regression analysis shows that altogether motivators and self-efficacy have significant role toward burnout on medical staff in hospital with total 71,9% (R2=0,719) of effective contribution. Partially, motivators has 5,3% effective contribution to burnout and 66,6% of effective contribution from self-efficacy.
Kata Kunci : burnout, faktor motivator, efikasi diri, tenaga kesehatan