Penerapan Asas Keseimbangan dan Upaya Penyelesaian Wanprestasi dalam Perjanjian Penilikan Antara PT.Transtra Permada dengan PT.APM
Dwita Amalia Rahmadhani , Sai'da Rusdiana, S.H., LL.M.
2019 | Skripsi | S1 HUKUMPenulisan hukum ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji penerapan asas keseimbangan dalam perjanjian penilikan antara PT.Transtra Permada dengan PT.APM, serta untuk mengetahui dan mengkaji upaya penyelesaian wanprestasi dalam perjanjian penilikan antara PT.Transtra Permada dengan PT.APM. Penelitian ini bersifat yuridis empiris. Data yang didapatkan dari penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari penelitian lapangan dan data sekunder yang didapatkan dari penelitian kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penelusuran berbagai dokumen beserta bahan-bahan pustaka untuk penelitian kepustakaan dan melakukan wawancara secara langsung kepada para responden untuk penelitian lapangan. Analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif yang menghasilkan uraian bersifat deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, didapatkan dua kesimpulan. Pertama, penerapan asas keseimbangan dalam perjanjian penilikan antara PT.Transtra Permada dengan PT.APM belum diterapkan secara optimal dalam setiap fase perjanjian yang meliputi fase pra-kontrak, fase kontraktual, dan fase pelaksanaan kontrak. Kedua, upaya penyelesaian wanprestasi yang dilakukan oleh PT.Transtra Permada terhadap wanprestasi yang dilakukan oleh PT.APM selama ini diupayakan melalui jalur negosiasi yaitu dengan musyawarah mufakat.
This legal research was aimed to identifiy and analyse the implementation of the principle of balance in surveillance contract between PT.Transtra Permada with PT.APM, and to investigate and examine the solution probation that breach of contract provided in the agreement between PT.Transtra Permada and PT.APM. This study used an empirical juridicial approach. The data obtained from this study were primary data, taken from field research and secondary data, obtained from library research. Technique of data collection used was tracking from various documents and library materials for library research, also by conducting interviews directly with respondents for field research. The data analysis used was a qualitative method that produces descriptive qualitative descriptions. Derived from the results of research and discussion, two conclusions were obtained. First, the application of the principle of balance in the surveillance agreement between PT. Transtra Permada and PT. APM had not been optimally implemented in each phase of the agreements, which includes the pre-contract phase, contractual phase, and phase of contract implementation. Secondly, the breach of contract solution probation that carried out by PT Transtra Permada on the breach of contract conducted by PT. APM have been pursued by using negotiation through consensus.
Kata Kunci : Asas Keseimbangan, Wanprestasi, Perjanjian Penilikan, Principle of Balance, Breach of Contract, Surveillance Contract