PEKERJA MEDIA DALAM KAJIAN EKONOMI POLITIK (Studi Kasus Hubungan Kemitraan Kontributor Berita dengan Manajemen Redaksi Metro TV)
RISA KARMIDA, Novi Kurnia, M.Si., M.A., Ph.D.
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KOMUNIKASIAsbtraksi Jurnalis sebagai penghasil teks media berupa berita, mengalami masalah ketenagakerjaan dengan perusahaan media tempat mereka bekerja. Salah satunya adalah status jurnalis lepas atau pekerja freelance yang diberlakukan kepada kontributor berita. Dalam industri televisi, kontributor berstatus karyawan lepas sudah ada sejak awal media televisi berdiri, dan hingga kini diberlakukan oleh hampir semua stasiun televisi swasta dan televisi lembaga publik. Hubungan kemitraan mulai diberlakukan manajemen redaksi Metro TV terhadap para kontributornya sejak tahun 2016. Sistem ini disebut manajemen redaksi sebagai penataan, karena sejak tahun 2000 kontributor yang direkrut tidak mempunyai status yang jelas. Sistem ini menjadi kasus yang menarik dalam industri media, karena para kontributor tetap mengerjakan pekerjaan jurnalistik layaknya reporter, namun status mereka berada di luar sistem kepegawaian. Penelitian ini berusaha melihat proses pembuatan kontrak kemitraan dan pelaksanaannya dari sudut pandang ekonomi politik media dan menggunakan metode kualitatif, sehingga dapat dilihat aliran kuasa dari pihak manajemen kepada kontributor. Hasil wawancara dengan kontributor Metro TV menunjukkan adanya kekecewaan terhadap diberlakukanya sistem kemitraan. Meskipun tidak mengubah sistem kerja harian secara signifikan, namun status sebagai mitra mendegradasi makna kontributor sebagai jurnalis penghasil berita, bahkan menurunkan loyalitas ideologis mereka menjadi serupa jual-beli berita. Menurut labour process theory, manajemen redaksi menerapkan scientific management, yaitu memegang kuasa penuh terhadap kontributor, dengan menutup ruang negosiasi pembuatan kontrak. Kontributor hanya memiliki dua pilihan yaitu menerima kontrak atau berhenti bekerja. Lebih jauh lagi, sistem kemitraan menciptakan fleksibilitas pasar kerja, yang memudahkan mekanisme penggantian kontributor tanpa pesangon, serta memangkas kewajiban perusahaan untuk memberikan berbagai tunjangan ketenagakerjaan. Ketika fleksibilitas diterapkan pada jurnalis sebagai pekerja terampil, hasilnya adalah alienasi atau keterasingan yang dirasakan kontributor terhadap profesi mereka sendiri. Maka berita yang dihasilkan tak ubahnya seperti komoditi bernilai ekonomis dalam industri media. Kata Kunci: kontributor berita, kemitraan, labour process theory, fleksibilitas pasar kerja, alienasi
Abstract Journalists as news producer are still facing manpower and welfare issues against media corporations who employ them, including contributor's position as freelancer. This system has been implemented in such television industry ever since the television stations existed. Redaction management of Metro TV started to implement partnership relationship to their contributors since 2016 and claimed this system as an arrangement. Partnership relationship in the media study is luring because contributors keep performing journalistic duty as reporters, but their position is out-side the employment system. This research is trying to spot the partnership relationship agreement's making from political economic point of view, so that it is clear to be seen the power relation flows from management to contributors. Interview with the contributors indicated discontent toward partnership relationship. It did not change daily work flow significantly, but the term partner itself has degraded contributors as journalists, and has lowered down their ideological loyalty into such news seller. Metro TV management tend to apply scientific management to take over the fully control toward contributors, by closing agreement's bargain option. Contributors were faced to two choices, whether to accept the contract or to resign from working. Partnership relationship in the long run has created flexible labour market which facilitates contributors replacement much easier, even with no severance pay. It has also omitted management's obligation to provide several employment benefits. The result of the flexibility practice on journalists as skilled workers is alienation from their own profession. Eventually, the news they produced becomes more like valuable commodity in the media industry. Keyword: news contributors, partnership relationship, labour process theory, flexible labour market, alienation
Kata Kunci : kontributor berita, kemitraan, labour process theory, fleksibilitas pasar kerja, alienasi