Laporkan Masalah

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI INDIVIDU UNTUK BERBELANJA ONLINE DI INDONESIA: ANALISIS DATA SUSENAS 2017

SYARIFUDIN YAHYA, Prof. Catur Sugiyanto, M.A., Ph.D.

2019 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberi tampilan baru bagi perekonomian Indonesia, mengubah dari konvensional menuju ekonomi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi seseorang untuk berbelanja online pada tingkat nasional, kategori pulau/kepulauan, dan kategori wilayah berdasarkan tingkat konsumsi belanja online. Dengan menggunakan data Susenas 2017 (n=281.185), hasil analisis deskriptif menunjukkan persentase belanja online di Indonesia 7,59%. Perilaku berbelanja online masih terkonsentrasi di Pulau Jawa khususnya Jakarta (Jabodetabek). Hasil analisis menggunakan regresi logit menunjukkan bahwa individu yang memiliki kecenderungan lebih besar untuk berbelanja online memiliki karakteristik berpendapatan tinggi, perempuan, mengakses internet menggunakan ponsel, sebagai pasangan KRT (istri/suami) dalam rumah tangga, usia 25-30 tahun, tinggal di daerah perkotaan, lulus perguruan tinggi (khususnya diploma), bekerja di sektor tersier. Semakin rendah penetrasi belanja online di suatu wilayah, variasi perilaku belanja online akan semakin tinggi sehingga hanya beberapa variabel saja yang signifikan berpengaruh terhadap kecenderungan individu untuk berbelanja online (pendapatan, jenis kelamin, media akses internet, dan kedudukan dalam rumah tangga). Semakin tinggi porsi belanja online di suatu wilayah, kepekatan pengaruh karakteristik individu terhadap kecenderungan untuk berbelanja online menurut demografi, sosio-ekonomi, dan spasial akan semakin memudar. Terdapat 4 (empat) faktor yang signifikan memengaruhi individu untuk berbelanja online pada seluruh kategori wilayah yaitu: pendapatan, jenis kelamin, media akses internet, dan kedudukan dalam rumah tangga.

The rapid development of technology has put a new face to Indonesian economy, by transforming its conventional economy to digital economy. This study aims to analyze the factors that influence someone to do online shopping. By using 2017 Susenas data (n=281,185), the results of the descriptive analysis showed the percentage of online shopping in Indonesia was 7.59 percent. Online shopping behavior is concentrated in Java island, especially in Jakarta (Jabodetabek). The results of the logit regression analysis indicate that individuals who have a greater tendency to shop online have the following characteristics: high income, women, access the internet using cellphones, as partners of household heads (wives/husbands), 25-30 years old, living in urban areas, graduating from college (especially diploma), working in the tertiary sector. The lower the penetration of online shopping in an area, the variation in online shopping behavior will be higher so that only a few variables that significantly influence the tendency of individuals to shop online (income, gender, the media to access internet, and position in the household). The higher the portion of online shopping in an area, the more intense the influence of individual characteristics on the tendency to shop online according to demographic, socio-economic, and spatial will fading away. There are 4 (four) factors that significantly influence individuals to shop online in all regions category: income, gender, internet access media, and position in the household.

Kata Kunci : belanja online, Susenas 2017, faktor individu, kategori wilayah, regresi logit.

  1. S2-2019-417175-abstract.pdf  
  2. S2-2019-417175-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-417175-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-417175-title.pdf