Analisis Stakeholder Dalam Pelaksanaan Program Kemitraan TOMIRA (Toko Milik Rakyat) di Kabupaten Kulon Progo
RIKO WIJAYA, Prof. Dr. Yeremias Torontuan Keban, S.U., M.U.R.P.
2019 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIKTujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pola hubungan yang terjadi antara stakeholder yang terlibat dalam pelaksanaan program kemitraan TOMIRA, yang mana di dalamnya meliputi identifikasi stakeholder yang terlibat, peranan masing-masing stakeholder, dan kepentingan dari para stakeholder. Hal ini dilatarbelakangi oleh temuan yang peneliti temukan dari kajian dan/ atau penelitian-penelitian sebelumnya, serta hasil observasi yang peneliti lakukan di lapangan. Setidaknya ada dua permasalahan utama yang menyelimuti pelaksanaan program kemitraan TOMIRA selama ini, yaitu: adanya dominasi perusahaan besar toko modern berjejaring dan belum terlaksananya transfer knowledge dan/ atau teknologi beserta pendampingan manajemen dari perusahaan besar toko modern berjejaring kepada koperasi. Untuk melihat pola hubungan tersebut, peneliti menggunakan teori analisis stakeholder yang sedang dikembangkan oleh Missonier and Loufrani-Fedida (2014). Ada dua langkah dalam teori analisis stakeholder yang sedang dikembangkan oleh Missonier and Loufrani-Fedida (2014); pertama, analisis jaringan pemangku kepentingan morfologi, dan kedua, analisis pemangku kepentingan yang dinamis. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun berdasarkan temuan di lapangan menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan program kemitraan TOMIRA, teridiri dari 4 (empat) stakeholder, yang masing-masing stakeholder memiliki status dan peranan yang berbeda-beda. Begitu juga dengan kepentingan dari masing-masing stakeholder yang terlibat, meskipun pada akhirnya masing-masing stakeholder tersebut mandapatkan manfaat dari adanya program kemitraan TOMIRA. Ada beberapa permaslahaan yang kemudian mempengaruhi koordinasi dalam pelaksanan kemitraan TOMIRA, antara lain: pertama, belum adanya kesetaraan antara kedua belah pihak yang bermitra; kedua, tidak adanya kepemimpinan yang terintegrasi dalam pelaksanaan kemitraan TOMIRA; dan ketiga, lemahnya legitimasi hukum dalam pelaksanaan kemitraan TOMIRA. Di samping adanya kendala dalam koordinasi, ada beberapa permasalahan lain, yang mana permasalahan-permasalahan tersebut mempengaruhi konvergensi dan keberlanjutan dari pelaksaan program kemitraan TOMIRA, yaitu: bahwa pertama, TOMIRA masih mencerminkan pola kemitraan waralaba; kedua, pajak, baik tidak rasionalnya pajak yang harus dibayar dengan pendapatan yang diterima oleh koperasi maupun perusahaan besar toko modern berjejaring yang tidak membayarkan pajak TOMIRA; ketiga, koperasi pernah tidak mendapatkan keuntungan dari pengoperasionalan TOMIRA; keempat, pegawai TOMIRA tidak meletakkan produk UMKM di tempat display yang telah disediakan di TOMIRA; dan kelima, besarnya biaya perawatan dan/ atau perbaikan TOMIRA.
The purpose of this study is to look at the pattern of relationships that occur between stakeholders involved in the implementation of the TOMIRA partnership program, which includes identification of the stakeholders involved, the role of each stakeholder, and the interests of stakeholders. This is motivated by findings that researchers found from studies and / or previous studies, as well as observations that researchers conducted in the field. At least there are two main problems surrounding the implementation of the TOMIRA partnership program, they are: the dominance of large modern store companies networked and not yet implemented the transfer of knowledge and / or technology along with management assistance from large companies of modern stores networking with cooperatives. To see the pattern of the relationship, researchers used stakeholder analysis theory which is being developed by Missonier and Loufrani-Fedida (2014). There are two steps in stakeholder analysis theory that are being developed by Missonier and Loufrani-Fedida (2014); first, network analysis of morphological stakeholders, and second, dynamic stakeholder analysis. This study uses a qualitative research design with a case study approach. Based on the findings in the field, it shows that in the implementation of the TOMIRA partnership program, it consists of 4 (four) stakeholders, each of which has different status and roles. Likewise with the interests of each stakeholder involved, even though in the end each of these stakeholders has benefited from the existence of the TOMIRA partnership program. There are some problems which then affect the coordination in the implementation of the TOMIRA partnership, among others: first, there has been no equality between the two partners; second, there is no integrated leadership in the implementation of the TOMIRA partnership; and third, the weak legal legitimacy in implementing the TOMIRA partnership. In addition to the constraints in coordination, there are several other problems, in which these problems influence the convergence and sustainability of the TOMIRA partnership program, namely: that first, TOMIRA still reflects the franchise partnership pattern; second, taxes, both irrational taxes to be paid with income received by cooperatives as well as large companies of modern network shops that do not pay TOMIRA tax; third, cooperatives have never benefited from the operation of TOMIRA; fourth, TOMIRA employees do not put UMKM products in the display area provided at TOMIRA; and fifth, the amount of TOMIRA maintenance and / or repair costs.
Kata Kunci : TOMIRA, Partnership, Stakeholder Analysis