Laporkan Masalah

ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN DAN INVESTASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) ENDIKAT - LAHAT - SUMATERA SELATAN

GINESA CHINTAKA A, Jogiyanto Hartono M, Prof., Dr., MBA., Ak., CMA., CA.,

2019 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

Pemenuhan kebutuhan pasokan listrk di Indonesia pada umumnya saat ini mengalami defisit sehingga Presiden Joko Widodo mencanangkan program pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas 35.000 Megawatt (MW). Jangka waktu yang ditargetkan pemerintahan untuk program 35.000 MW yaitu dari 2014-2019 diharapkan sudah terpenuhi semua. Undang-undang No. 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan merupakan landasan hukum dalam untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional yang di lakukan tidak hanya oleh PT PLN (Persero) melainkan dapat juga dipenuhi oleh sektor swasta, koperasi dan perusahaan lokal. Selain itu beberapa regulasi juga diatur dalam Undang-undang dan Peraturan Menteri, antara lain: UU 12/2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2013 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014, Peraturan Menteri ESDM 1/2015 tentang Kerja Sama Penyediaan Tenaga Listrik Dan Pemanfaatan Bersama Jaringan Tenaga Listrik, Peraturan Menteri ESDM 3/2015 tentang Prosedur Pembelian Tenaga Listrik Dan Harga Patokan Pembelian Tenaga Listrik Dari PLTU Mulut Tambang, PLTU Batubara, PLTG/PLTMG, dan PLTA Oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. atau biasa disebut WIKA mencoba mengambil ceruk usaha Pembangkit dengan melakukan investasi pembangunan pembangkit listrik sebagai tambahan sumber penghasilan. Seiring dengan kebijakan pemanfaatan sumber-sumber air untuk kemaslahatan masyarakat yang lebih luas, WIKA berencana untuk memanfaatan sumber air yang ada di Sungai Endikat Lahat Sumatera Selatan, sekaligus untuk mengantisipasi kebutuhan tenaga listrik yang terus semakin meningkat di masa datang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana kelayakan keuangan dan investasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. di PLTA Endikat. Untuk mencapai tujuan pertanyaan tersebut, dibangun model pengujian menggunakan pendekatan-pendekatan Manajemen Keuangan untuk menganalisis kelayakan secara keuangan dan investasi.

The fulfillment of electricity supply needs in Indonesia in general is currently experiencing a deficit so President Joko Widodo has launched a program to build a power plant with a capacity of 35,000 megawatts (MW). The targeted time period for the government for the 35,000 MW program, which is from 2014-2019, is expected to have all been fulfilled. Law No. 30 of 2009 concerning Electricity is a legal basis in fulfilling national electricity needs that are not only carried out by PT PLN (Persero) but can also be fulfilled by the private sector, cooperatives and local companies. In addition, several regulations are also regulated in Laws and Ministerial Regulations, including: Law 12/2014 concerning Amendments to Law Number 23 Year 2013 concerning State Budget 2014 Budget and Expenditure, ESDM Ministerial Regulation 1/2015 concerning Cooperation Provision of Electricity and Joint Utilization of Electric Power Networks, ESDM Ministerial Regulation 3/2015 concerning Procedures for Purchasing Electric Power and Benchmark Prices for Purchasing Electric Power from Mining Mouth Power Plants, Coal Power Plants, PLTG / PLTMG, and Hydroelectric Power Plants by PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. or commonly called WIKA trying to take a niche in the power plant by investing in the construction of power plants as an additional source of income. Along with the policy of utilizing water sources for the wider benefit of the community, WIKA plans to utilize water sources in the Endikat Lahat River in South Sumatra, as well as to anticipate the increasing demand for electricity in the future. This study aims to examine how the financial and investment feasibility of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. at Endikat PLTA. To achieve the objectives of the question, a test model is built using Financial Management approaches to analyze financial and investment feasibility.

Kata Kunci : Keywords: Investment, Hydropower, Financial Feasibility.

  1. S2-2019-376651-abstract.pdf  
  2. S2-2019-376651-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-376651-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-376651-title.pdf